Friday, March 18, 2011

Penghalang Rezeki

Salam. Saya ambil petikan ini dari http://wirausahapesantren.blogspot.com. Mohon izin. Moga dapat dikongsikan bersama untuk peringatan buat kita semua.

Diposkan oleh Bermanfaat Bagi Yang Lain di 16:44 . Kamis, 25 Februari 2010
Label: rezeki

Oleh : Wagimin

Kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menggapai rezeki dengan berbagai potensi yang kita miliki. Kemampuan fisik kita mungkin tidak ada yang meragukan dan meremehkan. Pemikiran kita sudah mendapatkan bekal yang sangat cukup. Tak lupa juga kita senantiasa berdo’a. Tapi mengapa kok rezeki susah banget kita dapatkan. Kita datangi, e.. dia malah menjauh. Sudah ada di hadapan mata, mau kita ambil keburu di duluan yang lain. Sudah ada tangan, tinggal mau menikmati, ada yang merampas dengan kasar. Berlimpah rezeki sudah kita kumpulkan, pengeluaran selalu lebih besar dari pada pemasukkannya. Tanpa diduga, usaha yang dibangun puluhan tahun yang melimpah ruah dalam sekejap bisa lenyap. Ada musibah alam yang tidak kita kehendaki. Ada juga krisis yang melanda dunia yang berimbas juga terhadap usaha kita.

Kalau sudah demikian, apanya yang salah. Apa sebabnya? Berikut bisa kita renungkan, mungkin dan bisa jadi kita mengalami hal ini. Tahukah kita bahwa :

Rasullah telah bersabda:

"Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya" (HR. Ahmad)

Saudaraku…
Tak bosan-bosannya kita bermaksiat, bergelimang dengan dosa. Sadarkah kita bahwa inilah yang menjadi penghalang rezeki itu.

Dalam hadits riwayat Ibnu Majah Rasulullah saw bersabda :
"Wahai segenap Muhajirin, ada lima hal yang membuat aku berlindung kepada Allah swt dan aku berharap kalian tidak mendapatkannya.

Pertama, tidaklah perbuatan zina tampak pada suatu kaum sehingga mereka akan tertimpa bencana wabah dan penyakit yang tidak pernah ditimpakan kepada orang-orang sebelum mereka.

Kedua, tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan melainkan mereka akan tertimpa paceklik, masalah ekonomi dan kedurjanaan penguasa.

Ketiga, tidaklah suatu kaum menolak membayar zakat melainkan mereka akam mengalami kemarau panjang. Sekiranya tidak karena binatang, niscaya mereka tidak akan diberi hujan.

Keempat, tidaklah suatu kaum melakukan tipuan (ingkar janji) melainkan akan Allah swt utus kepada mereka musuh yang akan mengambil sebagian yang mereka miliki.

Kelima, tidaklah para imam (pemimpin) mereka meninggalkan (tidak mengamalkan Al-Qur'an) melainkan akan Allah swt jadikan permusuhan antar mereka."

Rasulullah saw juga bersabda : "Jika engkau dapati Allah Azza wa Jalla memberikan limpahan kekayaan kepada seorang hamba padahal hamba itu tetap berada di dalam kemaksiatan, maka tak lain hal itu merupakan penundaan tindakan dari Nya" (HR Ahmad)
Selanjutnya beliau (Rasulullah saw) membaca ayat yang artinya : „Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (QS Al-An'aam : 44)

Imam Ahmad meriwayatkan, Abi Rafi' bercerita bahwa Rasulullah saw pernah melewati pekuburan Baqi. Lalu beliau berkata, "Kotorlah engkau, cis ... !" Aku menyangka kiranya beliau maksudkan diriku. Beliau bertutur, „Tidak, cuma inilah kuburan si fulan yang pernah kuutus untuk memungut zakat pada bani fulan lalu dia mencuri baju wol dan kini dia sedang dipakaikan baju yang serupa dari api neraka.

Dalam shahih Muslim dikatakan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda : "Penduduk yang di dunia begelimang kesenangan sementara dia itu termasuk ahli neraka dihadirkan pada hari kiamat untuk kemudian dicelup dengan celupan neraka. Kemudian kepada mereka dikatakan, „Hai ibnu Adam, adakah kau lihat kebaikan ?" Dia menjawab, "Wallahi, tidak ya Rabbi !" Dan manusia yang di dunia paling sengsara hidupnya sementara dia itu calon penghuni surga akan dicelup dengan celupan surga. Lalu kepada mereka akan dikatakan, "Hai ibnu Adam, adakah kau peroleh kesengsaraan? Adakah kau temui kegetiran?" Dia menjawab, "Tidak, demi Allah ya Rabbi, tidak kudapati sama sekali.""

Sedangkan dalam shahih Muslim Rasulullah saw pernah bersabda tentang 3 golongan manusia yang pertama diadili di hari akhir. Golongan pertama adalah mereka yang mati syahid. Diantara mereka wajahnya tersungkur dan diseret ke neraka karena ternyata perang yang telah dilakukannya semata-mata hanya agar disebut pahlawan. Golongan kedua adalah orang yang sering membaca Al-Qur'an, rajin menuntut ilmu dan senantiasa mengamalkan pengetahuannya. Namun ternyata mereka juga tersungkur dan diseret ke dalam nereka. Mengapa ? Karena ternyata mereka hanya ingin mendapat gelar sebagai orang alim dan pintar.

Golongan ketiga adalah seorang laki-laki yang seluruh kekayaannya dia korbankan. Tetapi nasibnya sama dengan kedua golongan sebelumya, ia tersungkur dan diseret ke neraka, karena ia melakukan itu agar dikatakan dermawan.


Saudaraku…..

Kita harus menyadari akan hal ini, bahwa kemaksiatan yang telah dilakukan merupakan penghalang rezeki.

Akal kita juga tidak akan bisa menerima ilmu jika kita bermasiat, Imam Syafi’i duduk di depan Imam Malik. Dia membacakan sesuatu yang membuat Imam Malik kagum. Imam Malik sangat mengagumi kecepatannya dalam menangkap pelajaran, kecerdasannya dan pemahamannya yang sempurna. Imam Malik berkata, “Aku melihat, Allah telah meletakkan sinar dalam hatimu. Jangan padamkan sinar itu dengan kegelapan maksiat.” Imam Syafi’i menjawab, “Saya mengeluhkan hafalanku yang jelek kepada Waki’. Ia menasehatiku untuk meninggalkan maksiat. Waki’ berkata, ‘Ketahuilah bahwa ilmu itu anugerah dan anugerah Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat.”

Saudaraku….

“Seorang mukmin jika berbuat satu dosa, maka ternodalah hatinya dengan senoktah warna hitam. Jika dia bertobat dan beristighfar, hatinya akan kembali putih bersih. Jika ditambah dengan dosa lain, noktah itu pun bertambah hingga menutupi hatinya. Itulah karat yang disebut-sebut Allah dalam ayat,“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka." (HR Tarmidzi)

Saudaraku….

Bukankah kita telah mengikrarkan pengakuan kita sebagaimana dalam surat Al A’raaf ayat 172 yang artinya:
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah seorang hamba mengucapkan di pagi dan sore hari sebanyak tiga kali,
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً
[Aku rela Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu’alaihi wasallam sebagai Nabi dan Rasul], melainkan sudah menjadi hak Allah untuk meridhainya pada hari Kiamat." (HR. Ahmad)

Kita harus bisa istiqomah dengan keimanan kita. Allah Berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu." (QS. Fushshilat : 30)

Saudaraku…

Kita telah menyadari apa yang telah kita lakukan selama ini. Kini saatnya kita kembali kepada hakikat jalan yang sesungguhnya yang harus kita lalui. Kita harus mengakui dan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman kita sebagaimana dalam QS. Al Baqarah ayat 2. Saatnya kita menapaki jalan Islam, masuk ke dalam secara keseluruhan, kita celupkan diri kita ke dalam nilai-nilai Islam.

Dari Abdurrahman bin Abi Laila dari Shuhaib, ia berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukin, semua urusan baik baginya dan kebaikan ini tidak dimiliki oleh selain seorang mukmin. Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya.” (HR. Imam Muslim)

Bila keimanan telah tertancap dan menghunjam dalam diri. Segala hal apapun menjadi baik bagi kita. Kita akan melihat segala sesuatunya dari kacamata iman. Kita akan bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian yang kita alami.

Saudaraku… Mari kita beriman dan bertaqwa!

Niscaya janji Allah itu benar. Mari kita buktikan. Mari kita menikmati hakikat kekayaan yang sesungguhnya.
"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberi-nya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al A'raaf : 96)

Saturday, March 12, 2011

Manusia dan kemanusiaan

Sejak kebelakangan ini, dalam diam, aku sudah terlalu banyak melihat,mendengar dan turut merasai kezaliman yang dilakukan oleh seorang manusia kepada manusia lain. Manusia sudah semakin hilang kemanusiaannya.

Kekadang aku gerun melihat sikap manusia yang hanya mementingkan diri sendiri malahan suka mengganggu periuk nasi orang lain. Manusia jenis apakah itu yang sanggup meletakkan dirinya selalu ke atas sehingga menindakkan kebolehan orang lain.

Aku minta dijauhkan Allah dari manusia-manusia seperti itu. Setelah mengalami pelbagai dugaan dan ujian dari Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kerana masih memberikan aku kesempatan untuk menghirup udara segar sehingga ke saat menaip entri ini, aku bersyukur yang amat untuk terus meladeni kehidupan-kehidupan mendatang dengan lebih berwaspada. Orang hanya memandang luaran sahaja tetapi bagi yang mengalami sendiri sesuatu penyakit itu, hanya dia yang mengetahui dan merasainya. Memang betul penyakit dan kesembuhan itu kedua-duanya datang dari Allah. Janganlah semberono kita menyalahkan manusia lain. Beruntung rasanya mengalami pengalaman perit seperti itu walaupun pada mulanya perasaan putus asa menyelinap cuba menggoyah iman dan kesabaran sebagai seorang Muslim.

Adakah kerana sikap terlalu berdiam, tidak melawan, jujur atau lurus bukan bendul membuatkan orang lain sewenang-wenangya berbuat sesedap hati dan sesuka rasa pada sesama insan. Aku selalunya memilih damai meskipun apa yang telah aku alami itu amat menyakitkan dan menggerunkan untuk diceritakan. Hanya kepada Allah aku berserah. Mudah-mudahan aku sentiasa mendapat perlindungan dan pertunjuk hidayah daripadaNya dan tidak menyesatkan hatiku. Amin.

Segala penyelewengan akhirnya terbongkar sudah. Aku hanya senyum sinis. Bukan tanda gembira cuma berasa doa yang selalu dititipkan termakbul jua. Jika Allah mahu, di dunia lagi balasan akan diberi kepada orang yang suka menzalimi orang lain.

Dibuli dalam diam, dihina, dikeji, dijaja seakan satu lumrah yang menjadi kebanggaan. Manusia tidak serik-serik menghambur fitnah, menabur dosa demi kepentingan dirinya. Aku takut mendengar cerita-cerita penyalahgunaan kuasa mahupun penyelewangan yang sungguh berani dilakukan manusia itu.

Akhirnya aku memilih untuk mengundur diri. Bukan kerana aku takut berhadapan dengan kenyataan tetapi aku rasa penghijrahan adalah lebih baik daripada terus menjadi bahan mentah-mentah untuk dijaja atau diperas-peras tanpa perikemanusiaan. Aku masih ada kredibility. Aku punya integriti dan bukan sembarang orang yang boleh diperkotak-katikkan.

Aku menulis bukan ikut perasaan tapi aku menulis untuk sebuah perkongsian. Mudah-mudahan ada kesedaran. Amin.

Thursday, January 20, 2011

Moga dipermudahkan segala urusan

Seringkali ujian dan cubaan dari Allah datang. Redha menerima segala takdir dan ketentuanNya. Berusaha dan bertawakal untuk penyembuhan. Moga dipermudahkan segala urusan. Amin.

Friday, November 05, 2010

Biarkan...tapi iringi dengan doa

Manusia tanpa sedar sering melakukan kezaliman pada dirinya mahupun orang lain. Baik secara terang mahupun secara sembunyi.

Biarkanlah mereka terus berkata-kata yang menyakiti hati orang lain. Tapi iringilah dengan doa semoga mereka insaf dan menyedari kekhilafannya.

Ya Allah! Semoga Engkau terus memberi pertunjuk dan hidayahMu kepada setiap hamba yang sering mahu melakukan kebaikan di sisa-sisa kehidupannya untuk memperolehi akhir hidup yang baik diredhai-Mu. Amin.

Tiada siapa yang dapat membuka hati insan yang alpa atau mendetikkan pada dirinya untuk berubah menjadi sebaik Muslim dan Muslimah melainkan atas kehendakNya jua.

Iringilah dengan doa, dengan doa, dengan doa. Tanpa jemu. Tanpa prasangka.

Di sebalik diam, tersirat di dalam hati untuk melakukan perubahan untuk kebaikan semua.

Friday, October 29, 2010

Menulis, suatu proses yang panjang....

Menulis bagi saya tidak dapat dipaksa-paksa. Mungkin bagi setiap orang tidak sama. Saya akan menulis sekiranya ada gugahan yang mendesak. Saya bersyukur kerana punya kawan-kawan penulis yang baik tidak kira ia lelaki mahupun perempuan. Mereka banyak memberi dorongan kepada saya untuk mempertajamkan tulisan saya.

Di luar sana, banyak godaan-godaan bagi mengejar kekayaan, kemewahan, kesenangan hidup di dunia. Saya sebagai manusia biasa kekadang hampir terjerat dengan pujukan dan rayuan mereka. Cuma, bila meminta pandangan daripada beberapa rakan penulis, saya kembali sedar. Apalah dikejar sangat kemewahan dunia yang bisa merampas banyak masa kita yang harus diluangkan bersama suami, isteri, anak-anak dan keluarga kita. Cukuplah dengan apa yang ada - pemberian Allah S.W.T yang Maha Pemurah itu.

Yang penting, kita lakukan pekerjaan dengan penuh ikhlas, jiwa kita tenang, rezeki yang kita dapat mencukupi-diberkati Allah. Hidup kita bahagia di samping keluarga.

Usia semakin tua dan masa untuk kembali kepadaNya semakin hampir. Marilah kita pergunakan sisa-sisa usia ini untuk mengimarahkan surau dan masjid dan berkhidmat kepada masyarakat yang memerlukan. InsyaAllah, jiwa semakin tenang dan hati pun tenteram.

Monday, October 18, 2010

Merenung ke dalam diri...

Sudah lama saya fikirkan - mengapa keletihan sebaik saja balik daripada bertugas di pejabat sering menjadi alasan untuk tidak aktif menulis walau hanya satu ayat sehari. Tugas hakiki memang tidak dapat dinafikan keutamaannya. Begitulah ragamnya kerja makan gaji. Periuk nasi itulah yang sentiasa dijaga agar berkat kerana hasilnyalah yang diberi makan dan untuk keperluan anak-anak yang masih tidak mengerti.

Saya cuba merenung ke dalam diri. Saya tidak mahu dilelapkan oleh kesibukan sehingga berhenti menulis. Saya menulis kerana gemar menulis. Kerana cinta menulis. Jika tulisan saya diterima oleh editor, alhamdulillah, rezeki namanya.

Mungkin apa yang terjadi sejak kebelakangan ini, Allah mengingatkan saya untuk bijak membahagi masa 24 jam itu. Memang punya anak-anak kecil sudah cukup menjadi alasan keletihan dan kesibukan saya. Banyak kejadian yang tak diingini terjadi dan kakak Misnah yang berada di Miri sering mengingatkan bahawa saya bertuah kerana dipilih menerima ujian ini. Ibu juga selalu menitipkan di bibirnya berupa doa moga saya beroleh rezeki yang melimpah suatu hari nanti di sebalik kesusahan yang sering menimpa kehidupan. Inilah lumrah kehidupan. Ada kala kita senang. Ada kala kita susah. Ada kala kita sibuk. Ada kala kita lapang.

Waktu juga adalah pinjaman. Maka rebutlah ruang waktu yang ada.

Kembali berguru

Alhamdulillah, dengan izinNya jua kelas pendidikan Al-Quran yang diberhentikan pengajiannya di Surau Nurul Khair kerana kekurangan pelajar, akhirnya dapat dihidupkan semula. Kini kami kembali mengaji dengan Ustaz Sehan Idrus di teratak abang Speri. Saya benar-benar bersyukur dengan adanya pengajian setiap hari Sabtu ini dapatlah kami adik-beradik dan rakan-rakan yang lain berkumpul dalam majlis ilmu. Seronok sekali dapat belajar kembali bersama anak-anakbuah juga. Ada yang mengaji bermula dari Iqra' 1 sehinggalah mengaji Al-Quran. Bukan sahaja mengaji seperti biasa, bagi mereka yang sudah fasih, kami dedahkan dengan hukum tajwid. Teruja sekali bila Ustaz menguji kami masing-masing. Alhamdulillah Ustaz tidak jemu-jemu mengajar dan mengulangi hukum-hukum tajwid supaya kami faham.

Meskipun umur semakin meningkat tua, tidak ada halangan untuk kita terus belajar dan mendalami ilmu-ilmu Al-Quran. Semoga pengajian ini dapat diteruskan selagi hayat dikandung badan.

Saturday, September 25, 2010

Semoga kebahagiaan berpanjangan...

Aidil Fitri 1431H - Lembayung Senja, Kpg Semariang Batu.

Allah menjanjikan rezeki yang melimpah bila seorang wanita dan seorang pria bersatu hati membina mahligai cinta. Alhamdulillah dianugerahiNya empat orang anak yang sihat walafiat.

Semoga kebahagiaan yang terbina lebih 7 tahun ini akan menemui kebahagiaan hingga ke akhir hayat.

Ya Allah, berkatilah rumahtanggaku. Rahmatilah keluargaku. Limpahkanlah keharmonian dalam kehidupan kami. Amin.

Wednesday, September 08, 2010

Salam Eidul Fitri Maaf Zahir Batin 1431H

Buat semua keluarga, sanak-saudara dan sahabat-sahabat seagama Islam.

Ramadhan bakal berlalu dan ia meninggalkan kenangan dan kesan yang amat mendalam di jiwa. Ada ketikanya diberi Allah kesempatan untuk bersolat jamaah dan bertarawih di Surau. Suatu waktu diberi tekanan untuk kali pertama mengikuti Tilawah Al-Quran. Diuji lagi dengan kesihatan dan karenah anak kecil yang manja tidak mahu ditinggalkan setelah seharian bertugas - solat tarawih di surau terpaksa dilupakan. Penghujung Ramadhan, dianugerah Allah rezeki yang tidak disangka-sangka namun dugaanNya melanda lagi saat-saat akhir menuju Syawal. Kesabaran, kejujuran, keimanan, kebahagiaan bercampur-baur menggauli akal fikiran dan kehidupan.

Allah itu Maha Adil. Allah itu Maha Penyayang. Allah itu Maha Pengasih. Walaupun seorang manusia yang alpa itu mampu mencarik-carik sekeping hati kita yang tulus, tapi Allah berkuasa melembutkan hati kita untuk menerima kenyataan, redha dan memohon keberkatan dariNya.

Ya Allah. Semoga Syawal kali ini kita saling mohon kemaafan, kesucian hati, keindahan akhlak, kemurnian peribadi, keharmonian rumahtangga, kebahagiaan suami-isteri dan anak-anak seluruh kaum keluarga kita dilimpahi rahmahNya. Kerana tiada siapa/makhluk yang berkuasa menundukkan kita atau melemahkan kita kecuali Allah kerana Dialah yang Maha Kuasa memberi kekuatan kepada kita untuk mendepani liku-liku kehidupan seterusnya.

Amin.

Salam Eidul Fitri Minal Aidil Walfaa Izin buat semua sahabat dan kaum keluarga sanak-saudara yang saya sayangi. Saya mohon keampunan di atas segala kesalahan, keterlanjuran kata-kata mahupun perbuatan yang saya sengajakan atau tidak.

Jemputlah ke teratak kami di No. 114D, Lrg 2A, Kpg Semariang Batu.

Daripada : Mohamad Hanapiah Baki
Maslina Mahbu
Muhammad 'Irfan Musaiyar
Muhammad Adib Nifail
Munifah Basyirah
Muhammad Syabil Rifdi

29 Ramadhan 1431H

Tuesday, August 24, 2010

Majlis Perujian Tilawah Al-Quran Peringkat Cawangan N7 Semariang

Alhamdulillah, buat julung-julung kalinya saya mengikuti perujian tilawah ini berkat desakan dan dorongan demi dorongan JKKK Surau Nurul Khair Kpg Semariang Batu. Mewakili Kpg Semariang Batu, saya mengikutinya pada malam kedua dengan penuh debaran kerana ia merupakan pengalaman pertama. Majlis ini diadakan di Masjid Darul Ibadah, Kpg Semariang Lama.

Kalau deklamasi puisi, saya sudah biasa berada di khalayak. Berbeza dengan tilawah al-quran, pada mulanya ada getaran suara, tetapi akhirnya nafas berjaya dikawal sehingga habis ayat. Saya membaca Surah Al-Maidah ayat 51 hingga ayat 55. Akhirnya pada malam 22 Ogos 2010 bersamaan 12 Ramadhan 1431H, keputusan juri hakim pun keluar. Johan Qari dari Siol Kandis memperolehi 79% markah manakala Johan Qariah dari Taman Sukma - 82% markah. Hadiah diberikan kepada sehingga tempat ketiga sahaja. Saya hanya menerima saguhati seperti mereka yang lain dengan saksamanya. Penyertaan Qariah seramai 14 orang dan Qari 16 orang bukan mudah. Saingan sengit di antara peserta kerana ternyata Qari dan Qariah yang menang secara puratanya merupakan ahli Persatuan Qari Sarawak. Berbaloilah mereka menang berbanding saya dan rakan-rakan lain yang hanya mengaji dengan Ustaz di Surau yang hanya baru bermula beberapa bulan yang lalu.

Saya bersyukur kerana telah menyertainya. Sekurang-kurangnya mendapat Sijil Penghargaan, Al-Quran dan Wang Saguhati - Angpau Raya. Teringat kata-kata Ustaz Sehan, "Sesuatu pengalaman itu tidak akan dirasai kecuali kita sendiri lebur dalam pengalaman itu". Begitulah pengalaman julung-julung kalinya saya mengikuti perujian tialwah Al-Quran ini. Ia sesuatu pengalaman baru yang cukup indah dan menenangkan hati. Meskipun beberapa kali saya cuba menarik diri atas alasan tidak mahir bertaranum, akhirnya saya terjun jua dengan tajwid, fasahah dan suara sekadar yang ada. Sayang, saya tidak sempat meminta markah yang saya perolehi pada malam itu. Sekadar untuk menilai kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri untuk diperbaiki pada masa akan datang.

Sesungguhnya mempelajari dan mendalami ilmu Al-Quran ini bukan perkara alang-alang. Ia memerlukan ketekunan dan pembelajaran yang bersungguh-sungguh dalam masa yang agak lama untuk benar-benar mahir dan mampu menguasai taranum.

Apa pun, semuanya telah berlalu. Saya menganggap ini adalah takdir hidup saya semasa umur saya hampir menjejaki angka 35.

Saturday, July 17, 2010

Kembali mengaji dan berguru

Alhamdulillah. Pagi tadi sehingga waktu Zuhur diberi kesempatan oleh Allah untuk mengikuti kembali kelas pengajian Al-Quran kelolaan Ustaz Sehan di Surau Nurul Khair. Hampir 2 bulan saya meninggalkan pengajian ini kerana sakit dan perlukan pemulihan yang sebaik mungkin.

Syukur kerana setelah lama tidak mempelajari, mempraktikkan dan mengkaji menilik-nilik tajwid, secara kebetulan saya dapat menjawab soalan-soalan yang diduga ustaz.

Seronok sekali hari ini kerana selepas membaca 3 surah lazim, kami diuji tajwid di samping sesi soal jawab yang sungguh penuh keterujaan. Segala kekeliruan dan ketidakfahaman selama ini telah terjawab.

Suka sekali saya terus mengikuti pengajian ini kecualilah ada aktiviti lain yang tidak dapat dielakkan. Saya ingat satu kata-kata ustaz iaitu, " Bila kita belajar hendaklah berguru kerana berguru itu lebih baik daripada belajar sendirian kerana dengan berguru kita boleh berhujah, berkongsi pandangan dan mendapatkan kesahihan meskipun kekadang persetujuan atau kesahihan sesuatu itu tidak mencapai kepuasan kita. Belajar sendiri tanpa guru amat bahaya jika tersasar kerana dalam dunia yang serba canggih ini, bisa saja kita konon menjadi pandai hanya dengan menjalankan kajian seorang diri tanpa berguru atau meminta pandangan orang lain".

Gembira saya kerana selain ilmu tajwid dan taranum serta Bahasa Arab, Ustaz Sehan selalu menerapkan nilai-nilai dan ilmu-ilmu sampingan untuk bekalan di dunia dan akhirat.

Wahai penduduk Kampung Semariang Batu, marilah sama-sama meramaikan Surau Nurul Khair untuk pengajian Al-Quran bersama Ustaz Sehan kerana bukan mudah untuk kita mendapat ilmu Al-Quran yang hanya mengenakan bayaran RM20.00 untuk satu bulan seminggu sekali pada tiap-tiap hari Sabtu.

Maslina
Semariang Batu

Thursday, July 15, 2010

Aktiviti keagamaan dan kemasyarakatan

Sejak selepas pembedahan BTL, banyak aktiviti yang harus saya korbankan. Dek kerana keadaan kesihatan yang kurang mengizinkan dan telah terlalu lama meninggalkan kelas Iqra di Surau Nurul Khair Kpg Semariang Batu, saya terpaksa menarik diri daripada terus menjadi tenaga pengajar di surau kecil kampung kami. Jauh di sudut hati, saya amat terharu dengan kejadian ini. Anak-anak kampung yang masih dahagakan ilmu Iqra terpaksa ditinggalkan bukan sahaja kerana kesihatan juga kerana pekerjaan tetap saya di pejabat yang kekadang memerlukan saya berada di luar kawasan kerana berkursus dan seumpamanya, saya merelakan dengan berat hati. Tidak pernah terlintas di hati saya untuk meminta apa-apa imbuhan kerana fisabilillah ini, tetapi keadaan sebaliknya tidak mengizinkan. Aduhai. Moga pengganti saya lebih baik dan lebih tinggi ilmunya daripada saya untuk mendidik anak-anak kampung.

Lama tidak ke surau sesudah sembuh, saya dijemput ke surau untuk satu Majlis Takilmat dan penyerahan Tol kepada 56 orang penduduk kampung beberapa hari yang lalu. Semasa taklimat dijalankan, saya meminta surat yang dipegang oleh seorang kakak untuk membaca apa yang tersurat dan tersirat di dalamnya. Hampir terkejut bila saya melihat nama saya terselit di antara nama-nama JKK Kampung Semariang Batu untuk AJK Biro Penerangan bersama saudara Saperi Anthoni.

Sebelum ini pernah diberitahu oleh Abang Speri Mahbu yang mahu melantik saya dalam JKK Kg Semariang Batu agar dapat sama-sama membantu mempromosikan aktiviti-aktiviti keagamaan mahupun kemasyarakatan yang berlaku dan dianjurkan oleh JKK Kpg Semariang Batu. Mesyuarat yang pertama diadakan, saya tidak hadir kerana surat lambat sampai ke tangan. InsyaAllah, selepas ini saya tidak akan teragak-agak untuk menyumbang idea atau apa saja setakat kemampuan saya demi kesejahteraan diri mahupun warga kampung. YB Sharifah Hasidah turut hadir pada malam bersejarah itu bagi menyampaikan Surat Tol. Saya akan maklumkannya di lain entri.

Alhamdulillah, sempat saya menghadiri Majlis Isra' dan Mikraj anjuran Surau Nurul Khair Kpg Semariang Batu pada malam Sabtu yang lepas. Terkesan saya dengan ceramah ustaz Sirat- ustaz jemputan yang begitu tulus dan telus menyampaikan ceramahnya. Bukan saja isi kandungan cerita Isra' Mikraj, beliau juga begitu menitikberatkan soal solat ummat akhir zaman yang sering diperingatkan oleh Rasulullah s.a.w. Bab mencaci, mengumpat, memperkatakan keaiban orang lain baik sesama Islam mahupun manusia lain juga menjadi isi ceramahnya.

Saya ingat kata beliau, jika elok solat seseorang itu, maka baiklah keseluruhan amalannya. Mudah-mudahan kita tergolong dalam golongan itu. Hubungan dengan Allah dijaga. Hubungan dengan manusia dipelihara. Kita insan alpa, leka, lalai lagi hina dina. Tetapi kita diberi pilihan untuk terus menjadi baik atau sebaliknya dengan dugaan yang datang bertimpa-timpa dalam hidup kita bagi menguji sejauh mana keimanan kita kepadaNya.

Wallahuallam.Saya penulis kerdil. Menulis sekadar kebolehan saya. Walaupun isunya tidak besar, mudah-mudahan kecil manfaatnya sudah memadai.

Qatrunnada Miza Maslina
Kpg Semariang Batu

Saturday, July 03, 2010

Ruang Waktu

Ingin saya punya ruang dan waktu agar terus bisa menulis.

Sejak menjalani pembedahan kecil, banyak halangan dan rintangan harus saya hadapi dan tidak kurang banyak pengorbanan yang harus dilaksanakan.

Kepergian suami yang berkursus di Kem Kemunting, Taiping Perak hampir dua bulan begitu menduga. Dalam keadaan kesihatang yang kurang mengizinkan, saya harus juga memapahkan diri untuk menguruskan persekolahan anak-anak. Untung tinggal dekat dengan ibubapa. Sedikit sebanyak ibu dan bapa banyak membantu dalam segala hal. Anak-anak dapat terus ke sekolah seperti biasa.

Alhamdulillah, saya sudah kembali bertugas meskipun mengalami sedikit ketidakselesaan akibat selesema, demam dan batuk. Agaknya terlalu lama berehat tubuh pun menjadi tidak kuat.

Kerap kali saya ingin menulis pada sebelah malam selepas pulang dari bekerja tetapi keletihan selalu mendahului keinginan itu. Selepas mendodoi dan memujuk anak-anak masuk tidur kebiasaannya mata turut mengantuk. Serasa rugi melanggani steamix yang hanya dapat digunakan pada hujung minggu - Sabtu dan Ahad. Tetapi saya tidak akan kecewa. Saya yakin, sekembalinya suami ke rumah setelah tamat berkursus, saya akan kembali menulis waima hanya tulisan picisan sahaja. Yang penting terus menulis waima hanya sepotong puisi.

Niat saya membeli laptop dan melanggani steamix agar terus dapat menulis dengan baik, saya harapkan akan menjadi kenyataan. Sekurang-kurangnya hasil pendapatan menulis yang sedikit itu dapat melangsaikan bayaran streamix RM110 sebulan pun amat memadai.

Semoga dipermudahkan segala urusan. Amin.

Friday, June 25, 2010

Moga Allah Permudahkan Segala Urusan

Terlalu banyak berehat juga tidak elok buat kesihatan. Terlebih tidur siang juga tidak baik untuk minda. Jiwa seakan mati dek kerana tidak diisi dengan apa-apa aktiviti pembacaan.

Agaknya begitulah yang melanda seseorang penulis yang tengah dilanda kesakitan yang memaksanya untuk berehat atau berdiam.

Moga Allah Permudahkan segala urusan. Amin.

Benar kata orang malahan Al-Quran pun menyebut tentang betapa kita perlu menghormati orangtua terutamanya ibu kita. Betapa seorang ibu itu sentiasa menghulurkan tangannya tatkala senang mahupun susah ketika anak-anaknya memerlukan pertolongan. Ibu sanggup berkorban apa saja demi kesejahteraan anak-anaknya. Mulianya hati ibu hanya Allah yang Mengetahuinya.

Allah menguji kita dengan bermacam-macam ujian dan dugaan hidup. Moga Allah tidak memesongkan keimanan kita dengan sedikit ujian daripadaNya setelah Ia memberi petunjuk hidayah buat kita. Amin.

Saturday, June 05, 2010

Kesamaan tempat kelainan rasa

begitulah yang saya alami setelah hampir 8 hari selepas pembedahan BTL. Saya memilih cara ini kerana menghidap kencing manis dan berisiko tinggi terhadap kesihatan diri jika hamil lagi selepas kelahiran anak ke-4.

Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar walaupun ketiadaan suami di sisi. Bersyukur ke hadrat Allah Taala kerana menganugerahi saya adik-beradik yang ramai dan mahu membantu di saat yang diperlukan. Jarang saya ditinggalkan suami berpergian sebegini lama dan jauh ditambah dengan saya yang sering memerlukan rawatan. Semuanya cabaran dan saya menerimanya dengan redha. Terima kasih yang tak terhingga kepada semua adik-beradik yang banyak membantu saya selama ini.

Sehingga hari ini barulah saya berupaya melayari internet dan menulis. Selama 5 hari saya hanya mampu terlantar baring menahan sakit dan bisa luka pembedahan tersebut. Dengan minum air gamat, jeli gamat dan pati ikan haruan, alhamdulillah luka beransur-ansur sembuh. Pada waktu itu hingga ke hari ini, saya hanya mampu membaca buku Jangan Bersedih. Saya berharap akan menghabiskan buku tersebut sebelum saya habis bercuti pada 11 Jun 2010.

Patutlah kerajaan memberi cuti sakit yang agak panjang iaitu 17 hari jika pesakit melakukan pembedahan kerana pemulihannya hendaklah serapi mungkin. Saya lakukan seadanya dan mengikut petua-petua keluarga yang pernah mengalaminya.

Terima kasih kepada rakan taulan, kaum keluarga dan jiran tetangga yang sudi menziarahi saya.

armiza nila
kpg semariang batu
5 Jun 2010

Monday, May 03, 2010

Kekuatan diri dan kesungguhan yang tinggi...

begitulah cabaran yang harus diterjang saat hati kuat untuk terus menulis.

Dalam kesibukan hal-hal keduniaan ditambah kewajiban beragama dan kebertanggungjawab terhadap suami, anak-anak dan keluarga, mudah-mudahan masih ada ruang untuk jari-jemari menghayun diri melepaskan sesuatu yang berkumpul di kotak fikir.

Tidak semestinya bila sudah ada Streamix di rumah, masa yang terluang pada sebelah malam terisi(terluangkah?)....bila segala keletihan siang dibawa ke pengakhiran malam.

Tapi saya akui kata-kata Nisah Haron - berikan waima 1/2 jam sehari tanpa FB, HP, IT, KAWAN/SUAMI/ANAK dan PELBAGAI HALANGAN LAIN. Untukkan masa itu untuk benar-benar serius menulis.

Saya cuba dan akan terus mempraktikannya kerana saya kira menulis bukan hanya untuk suka-suka. Jika ada kesungguhan, tidak mustahil hasil tulisan kita semakin menuju puncak jayanya. Biarpun lambat, saya akan teruskan perjalanan ini.

Allah anugerahi kita dengan bermacam-macam kenikmatan tetapi kadangkala kita leka dengan keindahan itu.

Saya kagum melihat penulis-penulis wanita lain baik di dalam negara Malaysia mahupun di Indonesia atau pun dari seluruh negara. Mereka begitu tekun untuk terus menulis dalam kesibukan maladeni kehidupan berkeluarga dan bisa melahirkan berpuluh buah buku dan membaca beratus-ratus buku untuk kajian.

Ini semua mencabar saya.

Moga terus lestari.

Armiza Nila
Semariang Batu

Sunday, May 02, 2010

Tajwid dan Taranum













Sejak April 2010, sudah tiga kali saya dan rakan-rakan sekampung yang terdiri daripada abang, anak-anakbuah dan orang-orang kampung tua dan muda haji atau bakal haji, sama-sama mengikuti kelas pendidikan Al-quran di Surau Nurul Khair, Kampung Semariang Batu.
Kali ini kami membaca dari surah Al-Waqiah dengan bacaan lagu Muratal - baca cepat - nada datar - tapi tajwid masih dijaga (nada tinggi rendah, naik turun).

Kami diuji lagi dengan tajwid huruf-huruf Qalqalah - dal, tho, qaf, ba jim` (ditoqobaju). Mengenali qalqalah suqh-ro, kubro dan akbar...bukan sesuatu yang boleh dianggap enteng. Ia perlukan penelitian. Saya sendiri kekadang tersangkut-sangkut bila diuji ustaz dalam menilai tahap kefahaman tajwid kita.
Sempat juga diakhir pelajaran kami diajar taranum/ lagu Bayati Ashli (Qoror). Ada 8 jenis lagu dan terbahagi kepada pecahan menjadi 35 lagu/tune yang sebenarnya terpecah lagi menjadi 300 jenis lagu Al-Quran.

Antara lagu-lagu yang bakal dipelajari ialah :-
1. Bayati - 8 - 12
2. Soba - 4- 5
3. Hijaz - 4 -5

4. Nahawad - 5

5. Sika - 4

6. Rost - 4 - 5

7. Jiharkah - 4

8. Qufdah - Bayati 1- 2

Lagu pertama yang dipelajari ialah Bayati Ashli (Qoror/ (rendah tingkatan nada). Kami disuruh mempelajarinya dan mempraktikkannya dengan surah At-Tin ayat 1 hingga 3 sahaja.

Alhamdulillah.

Satu hari satu lagu, kata Ustaz Sehan

Maslina
Surau Nurul Khair
Kpg Semariang Batu
1 Mei 2010

Friday, April 30, 2010

Walau kecil tapi hangat dengan aktiviti keagamaan.

Itulah simbolik Surau Nurul Khair Kampung Semariang Batu.

Walaupun jemaah tidak sampai 50 orang, suasana riuh surau didengari dengan Majlis Bacaan Surah Yaasin dan tahlil beramai-ramai. Kesyahduan menyusuk setiap uluhati yang hadir. Se moga para malaikat mendoakan semua yang hadir pada majlis keagamaan seperti ini.

Satu kelainan saya rasakan pada malam Jumaat al-baraqoh itu ialah bila imam membaca tahlil disusuli doa yang cukup panjang. Hampir masuk waktu Isya' barulah majlis selesai. Tetapi saya suka dan kagum dengan doa yang dibaca oleh imam.

Selepas solat Isya' pun imam membaca doa yang panjang. Mudah-mudahan semua mendapat keberkatan hidup.

-Sesungguhnya sedekah itu akanmembuatkan orang ramai berlemah lembut terhadap pemberi sedekah kerana sifat kedermawannya -

Wallahu'allam.

Armiza Nila
Semariang Batu
29 April 2010

Thursday, April 22, 2010

kesyahduan dan keteharuan melanda hatiku setelah 7 tahun bergelar ibu































tiada apa yang harus diperkatakan saat impian menjadi kenyataan.
Maslina Mahbu
April 2010
Surau Nurul Khair
Kampung Semariang Batu

Wednesday, April 21, 2010

Allah Maha Tahu - kejadian untuk menjadi baik adalah ketentuanNya...

Saya begitu terharu kerana dari satu masa ke semasa mendapat hidayah pertunjuk daripadaNya setelah menempuh dugaan dan cubaan hidup.

Dalam keresahan dan keterhimpitan, dianugerahiNya sesuatu yang selama ini menjadi idaman.

Mengaji Al-Quran seperti biasa di Surau Nurul Khair, Kpg Semariang Batu pada setiap Selasa dan Sabtu malam, amat ditunggu-tunggu. Walaupun mengantuk kerana letih seharian bertugas di pejabat, saya kuatkan hati membawa 'Irfan berjalan kaki ke surau. Saya tidak sampai hati mengejutkan Adib yang terlelap sebaik saja saya berjaya memujuknya menukar pakaian baju Melayu untuk mengaji.

Pengajian Al-Quran terdiri daripada 20 orang semuanya termasuk dewasa dan kanak-kanak yang sudah bisa menguasai Al-Quran. Tetapi dengan bacaan yang bergilir-gilir masa lebih kurang hampir 1 jam pengajian saya rasa tidak mencukupi dengan hanya seorang tenaga pengajar. Apa pun saya bersyukur atas ilmu yang diperturunkan meskipun ia dimulai dengan Surah Al-Fatihah dan malam tadi surat An-Nas.

Dalam pada itu, saya teruja melihat anak-anak kecil dan remaja perempuan seramai lebih 30 orang yang baru bertatih dengan Iqra' di bawah didikan hanya seorang Ustaz iaitu saudara Saperi Antoni yang juga Setiausaha Surau Nurul Khair.

Saya terkejut bila dipanggil selepas solat Isya' untuk sama-sama berbincang dengan AJK surau bersama penasihat iaitu Imam Haji Seruji, bahawa mereka memerlukan saya untuk menjadi tenaga pengajar bagi Iqra' kanak-kanak perempuan. InsyaAllah, dengan rasa rendah hati saya menerimanya dengan terbuka hati demi kemjauan anak-anak desa untuk mendalami ilmu Al-Quran ini. Maknanya saya perlu membuat persediaan diri yang tinggi dan banyak dan memperlengkapkan ilmu yang ada di dada kerana untuk menjadi seorang tenaga pengajar bukanlah calang-calang tugas.

Mungkin ada para pembaca yang boleh membantu memberi saranan kepada saya. Saya terima dengan hati dan fikiran terbuka segala teguran, kritikan mahupun saranan anda. Terima kasih.

Armiza Nila
Surau Nurul Khair
Kpg Semariang Batu
21.04.10