Showing posts with label SEBUAH PUISI ARMIZA NILA. Show all posts
Showing posts with label SEBUAH PUISI ARMIZA NILA. Show all posts

Thursday, September 20, 2007

Sebuah Puisi Armiza Nila - Mutiara Jiwa Bonda





Mutiara Jiwa Bonda

dari segumpal darah
membentuk seketul daging
lalu bernyawa
diselaput air ketuban
lindungmu dari segala marabahaya

dalam kandung
kau memeluk erat tubuhmu sekujur
menumpang hidup dari nyawa bonda

: mutiara jiwa

lahirmu
memecah sunyi malam
beburung berkicau di dahan
tempat sarang : berzikir
saat menyaksikan
kehadiran khalifah bumi
melakar dunia

mutiara jiwa bonda

ada mu sesempurna segala
sucimu bak salju
penyejuk jiwa
penenang resah

tak seharusnya kau dianiaya
oleh rakus nafsu amarah
yang melanda
jiwa yang telah bersenyawa denganmu

kau harta paling bernilai
dalam hidup bonda
tiada yang lain setandingmu

kau menyingkap tabir fikir bonda
jadi matang dan jauh
mentafsir olah dan lakumu
yang pelbagai

mutiara jiwa bonda

kaulah warna-warni
menghias taman nurani bonda.

Armiza Nila
20 September 2007/ 8 Ramadhan 1428H
Semariang Batu

Monday, April 30, 2007

Yang Ada Pada Ku

Apalah yang ada pada Ku
selain dari kudrat ini
sedaya upaya menambah rezeki
untuk sesuap nasi
demi sebotol susu
membantu lelaki yang dicintai
mengukuhkan mahligai ini

walau sekecil mana
walau sekurang mungkin
walau sesederhana sederhananya
hakikat harus ditelan
kerana airmata bukan lagi sogokan
mengisi ruang hati yang tamak
mengejar kemewahan

apalah yang ada padaku

yang ada padaku
hanyalah penyerahan setotalnya
mempertaruh istana kayu ini
terus bertahan walau
sering dilanda air pasang dan surut
menghakis tebing
tanpa belas
dan harus dipertahankan
oleh kekuatan bakau
yang setia mengakar di balik
keras dan pejal tanah liat

yang ada padaku
kesetiaan yang tiada bandingnya

yang ada padaku
keikhlasan yang tak bisa dipandang

yang ada padaku
kejujuran yang tak kurang

yang ada padaku
bukan sekadar menyerah nasib pada keadaan

yang ada padaku
bukan berpeluk tubuh dengan nyaman

yang ada padaku
airmata penerimaan
dugaan - ujian - rintangan
yang senantiasa menunggu di setiap pelabuhan

umpama anak nelayan
menunggu habuan
yang dibawa pulang oleh ayahnya
yang lelah merentas laut bergelora
yang belum tentu menjanjikan apa-apa!

Armiza Nila
Mahligaiku Semariang Batu
30 April 2007