Showing posts with label kasih mama. Show all posts
Showing posts with label kasih mama. Show all posts

Thursday, September 20, 2007

Aduhai Mutiara Hati




Salam,

Membesar dan mendidik anak-anak bukan sekadar menyebut manis di hujung bibir.

Kekadang olah anak-anak yang berlebihan lebih-lebih lagi anak-anak yang baru tahu luasnya alam kanak-kanak mereka - yang tidak pernah memikirkan kerisauan orang tuanya, begitu mencabar kesabaran sang ibu. Anak-anak hanya tahu bermain tanpa memikirkan risikonya.

Saya sendiri seringkali kalah oleh kemarahan yang berkecamuk dalam hati dan fikiran bila berdepan dengan anak-anak yang bermasalah - terlalu agresif.

Astaghfirullahaladzhim. Saya tidak sedar apa yang telah saya lakukan. Saya tidak sanggup menyakiti anak-anak sendiri kerana kalah oleh nafsu kemarahan.

Kepada pembaca di luar sana - saya mohon petunjuk dan nasihat yang berguna - bagaimana membentuk akhlak yang baik anak-anak sedari mereka kecil lagi.

Mungkin kalian yang bergelar ibu-ibu yang mantap bisa membantu saya dalam hal ini.

Aduhai mutiara hatiku - mama sedar, kau dilahirkan untuk diamanahkan kepadaku menjagamu sebaik mungkin.

Sekali mama lalai - selamanya mama menyesal.

Semoga Allah sentiasa memberi kesabaran dan meningkatkan keimanan saya dalam menanggapi karenah anak-anak yang kian membesar.

Insan lemah lagi kamil,

Armiza Nila
Semariang Batu, Kuching

Thursday, August 09, 2007

Aduhai anak

MUNIFAH BASYIRAH



Aduhai anak.

Membesarkan dan mendidik anak bukan calang-calang tanggungjawab.

"Oh! Begini rasanya emak dan bapak membesar dan mendidik kamek dolok," terdetik di hatiku di saat merenung anak kecil yang tadinya menerima habuan ringan telapak tanganku di peha kecilnya.

Kekadang aku rasa menyesal setelah memukuli anak walaupun tidaklah ditahap mendera. Mengajarnya supaya menghormati kita sebagai ibu yang melahirkannya.

Melihat video penderaan kanak-kanak (bayi) sekecil Adib oleh pembantu rumah di luar negara, cukup mengesankan di hatiku.

"Begitukah tahannya hati ibu melayan karenahku ketika kecil senakal Adib dan 'Irfan?" pertanyaan ini berkali2 menghentak2 akalku sambil mengganggu emosi-naluri keibuanku.

Aduhai anak. Mama tidak sampai hati melihat wajah mungil yang tidak mengerti apa2. Yang kau tahu hanya kasih sayang dan perhatian mama dan tidak lebih dari itu.

Di saat mama mengendong bayi kecil - Munifah, si Adib turut merengek minta perhatian menumpang sekaki menyusu bersama Ifah.

Mama kasihan. Walaupun letih, penat dan lelah. Mama tidak pernah menghiraukannya kerana masa mama bersama anak-anak begitu singkat sekali rasanya.

Aduhai anak, muga Allah sentiasa membimbing mama ke jalan yang lurus dan diredhai serta diberkati-Nya dalam membesar dan mendidik anak-anak [Muhammad 'Irfan Musaiyar, Muhammad Adib Nifail dan Munifah Basyirah].

Mama sayang kamu.