Wednesday, April 09, 2008

Terima Kasih Ujanailmu.com.my










Berbunga Hati Pencinta Buku

Tiada yang lebih indah bagi pencinta buku tika buku2 kegemarannya sampai ke tangan dengan keadaan baik.
Saya menerima kesemuanya pada Selasa, 8 April 2008.
Malam tadi saya sudah mengkhatamkan buku A. Samad Said -Kehidupan Seorang Seniman sekali baca. Banyak manfaat yang saya perolehi atau mungkin boleh dipraktikkan untuk menjadi penulis yang berdisiplin seperti Pak Samad.
Buku kecil yang padat ini menyedarkan saya betapa sekecil-kecil perbelanjaan pun harus direkod agar tidak lalai dalam berbelanja dan amat menghargai kehidupan.
Melihat rumah Pak Samad yang dipenuhi buku-buku seperti masuk ke Planet Kreatif bak kata Dinsman. Kita tidak menemui perabot2 mewah di rumah Sasterawan Negara ini sebaliknya timbunan pelbagai jenis buku yang menghiasi rak-rak, lantai dan atas kerusi di ruang tamu rumah beliau - saya benar2 teruja.
Sekarang, saya tengah menggulati Kuras-Kuras Kreatif Azizi Hj Abdullah. Selesai membacanya akan saya perturunkan hasil bacaan nanti.
Ya, saya tersenyum melihat kegilaan saya sendiri membeli buku di ujanailmu sejak akhir2 ini. Sejumlah buku yang banyak di bilik tidur saya - saya tidak pasti bila dapat menghabiskannya kerana saya tidak punya disiplin dalam membaca. Saya akan membaca buku melompat-lompat dari satu buku ke satu buku dan akan meninggalkan penandanya.
Satu ilmu baru yang saya dapat ialah menyediakan tiga jenis warna pen - merah, hijau, hitam dan pembaris semasa membaca untuk membuat apa-apa catatan untuk lebih mendalami bacaan [saya dapati dari buku KSSM A Samad Said].
Membaca, membaca, membaca.
Armiza Nila
Kuching
09 April 2008
Terima kasih ujanailmu.com.my yang memberi perkhidmatan memberangsangkan.

Tuesday, April 08, 2008

sekadar menulis...

Saya mohon maaf sekiranya tulisan saya tentang fenomena gerhana matahari itu bukan benar2 terjadi kerana setelah menyelak akhbar Utusan Sarawak tidak ada wartawan yang melapornya. Hari itu selepas kejadian aneh yang saya tangkap melalui handphone Nokia Xpress Music 5700, saya tidak membeli Utusan Borneo keesokan harinya. Saya tidak pasti samada mereka ada melaporkannya.

Mungkin ia hanya satu kebetulan dan cukup menginsafkan saya yang melihatnya. Walau apa pun, saya menyukai foto-foto tersebut waima apa saja kejadian sebenarnya.

Sekadar menulis....

Saya tiba-tiba terkenang zaman-zaman kanak-kanak saya bermula saya berpindah dari Kampung Muhibbah ke Kampung Semariang Batu sekitar tahun 1983 ketika saya baru sekerat dalam Darjah Dua.

Hiba rasa hati saya bila melihat kesenangan yang dimiliki anak2 saya walaupun [sedikit] berbanding zaman kanak-kanak yang saya tempuhi.

Saya masih ingat, ketika kecil saya dan adik perempuan [mengipong] - makan sikit2 serbuk kopi yang ditumbuk ibu sendiri bercampur gula. [lagaknya macam makan milo]

Bagi kami ketika itu sungguh nikmat rasanya. Berbeza dengan sekarang, saya tidak dapat minum kopi terutamanya Nescafe kerana boleh mengakibatkan migraine yang teruk. Walau bagaimana pun kopi yang dicampur dalam produk HPA iaitu Kopi Radix, DCL Red Guara Cafe dan Tongkat Ali CNI boleh pula saya terima. Hairan, hairan.

Mengenang kembali anak-anak saya. Dari sebelum 14 hari habis pantang, anak-anak sudah dilatih minum susu tepung bagi membiasakan ditinggal bersama pembantu bila saya bekerja sehinggalah kini yang sulung berumur hampir 4 tahun masih lagi menyusu. Saya dan suami mengorbankan kepentingan diri demi kelangsungan hidup anak-anak kerana bila mereka tiada selera untuk menjamah nasi, maka susu lah sebagai penyumbang khasiat dalam tubuh badan mereka.

Menyingkap kembali zaman kanak-kanak saya. Biar pun kami tidak mendapat makanan yang cukup khasiatnya, ajaibnya kami tidak lemah dalam pelajaran. Agaknya itulah kelebihan yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Masing-masing punya keistimewaan.

Saya berharap dan berdoa dengan segala apa yang mampu saya sediakan pada anak-anak, kehidupan mereka akan lebih cemerlang daripada saya yang masih terkilan sehingga sekarang kerana tidak mampu menyambung pelajaran ke peringkat yang lebih tinggi walaupun hakikatnya saya percaya saya boleh mencapainya. Namun, Allah lebih mengetahui apa yang terjadi dalam kehidupan hamba-Nya pada masa akan datang.

Anak-anak, bersyukurlah.

Wednesday, April 02, 2008

fakta gerhana matahari versi Indonesia



Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan


Beragam mithos tentang gerhana di berbagai tempat di muka bumi menarik untuk disimak sebagai pelestarian kekayaan khasanah budaya manusia di masa lalu. Raksasa Betara Kala atau Rahu menelan matahari karena dendamnya pada Sang Surya (matahari), menyebabkan terjadinya gerhana. Di belahan bumi lain muncul pula cerita tentang Naga Langit yang menelan matahari atau bulan saat gerhana berlangsung. Tidak kalah menariknya beragam aktivitas makhluk hidup dilakukan mulai dari perilaku yang "kurang wajar" oleh sekelompok orang di pedesaan seperti memukul-mukul kentongan, bersembunyi di rumahnya dengan menutup rapat-rapat semua pintu dan jendela rumah, menutup sumur dan tempayan, menyelam di sungai, memukul-mukul pohon kelapa, perempuan hamil bersembuni di bawah tempat tidur dsb, sebagai cerminan rasa ketakutan psikologis akibat kepercayaan terhadap pengaruh mithos gerhana, maupun perilaku binatang malam yang keluar dari sarangnya di siang hari, sampai penelitian ilmiah modern pun dilakukan oleh manusia.


Dalam kamus Ilmu Pengetahuan Alam, sebenarnya gerhana merupakan gejala alam biasa yang berulang akibat perulangan gerak bulan dan bumi mengedari matahari. Gerhana merupakan gejala saling menutupi antar benda langit. Bulan bergerak di antara kedua belahan langit, utara dan selatan di sepanjang daerah zodiak. Pada suatu waktu bulan lewat di depan matahari dan menghalanginya sehingga terjadi gerhana matahari yang dapat terjadi pada saat fase bulan mati atau posisi konjungsi. Gerhana matahari dapat berupa gerhana matahari total, gerhana matahari cincin (anular) atau gerhana matahari sebagian.


Pada saat lain, yaitu ketika bulan sedang beroposisi terhadap matahari atau penampakan fase purnama, bulan dapat melewati bayangan bumi, sehingga terjadi gerhana bulan. Gerhana ini dapat berupa gerhana bulan total, gehana bulan sebagian atau gerhana penumbra (samar).


Bulan dan bumi membentuk kerucut bayangan akibat disinari oleh matahari. Pada bayangan itu terdapat daerah gelap (umbra) dan bagian samar (penumbra). Ketika terjadi gerhana matahari, bayangan bulan jatuh ke permukaan bumi dan bergerak sepanjang daerah tertentu yang disebut daerah lintasan gerhana. Daerah ini terdiri atas daerah gerhana total dan daerah gerhana sebagian. Daerah gerhana matahari total dilalui oleh bayangan umbra bulan dan daerah gerhana matahari sebagian hanya dilalui oleh bayangan penumbranya. Tempat yang mengalami gerhana berbeda dari satu kejadian ke kejadian berikutnya, akibat dari sistem peredaran bumi terhadap matahari dan peredaran bulan sebagai satelit bumi.


Gerhana matahari total merupakan peristiwa yang mempunyai arti lebih penting dibandingkan dengan gerhana matahari lainnya maupun gerhana bulan, oleh karena kita dapat menyelidiki sifat-sifat matahari dan juga gejala-gejala terestrial.


Aspek-aspek yang dapat dipelajari pada saat gerhana matahari total, antara lain penampakan korona matahari, prominensa dan lapisan khromosfer. Terjadinya gerhana disertai pula oleh peristiwa pasang laut maksimum antara letak matahari, bulan dan bumi yang segaris. Fenomena lainnya pada saat terjadi gerhana matahari total yang menarik untuk diteliti: perubahan cuaca secara mendadak, perilaku makhluk hidup yang ada di bumi termasuk kegiatan manusianya sendiri, semua itu merupakan kegiatan penelitian fisika, biologi ataupun sosial. Durasi gerhana matahari total relatif singkat, yang terlama hanya sekitar 7 menit.


Gerhana matahari cincin terjadi apabila puncak kerucut bayangan umbra bulan tidak mencapai permukaan bumi. Hal itu bisa terjadi karena jarak bumi-bulan berubah-ubah, sesuai dengan lintasan peredaran bulan yang berbentuk ellips. Pada saat gerhana matahari cincin ini bulatan bulan tampak lebih kecil dari ukuran piringan matahari.


Gerhana bulan juga menarik untuk diamati dan dipelajari, misalnya untuk menguji ketepatan perhitungan ephemeris (koordinat benda langit). Pada saat itu posisi bulan, bumi dam matahari tepat satu garis. Jika bulan bergerak di dalam daerah bayangan penumba bumi, tanda-tanda gerhana tak tampak, oleh karena itu yang bisa kita amati ialah pada saat bulan memasuki daerah bayangan umbra bumi. Gerhana bulan terlihat oleh hampir setengah muka bumi, bisa berlangsung sampai lebih dari 3 jam.


Fase bulan berulang rata-rata dalam 29,5 hari yang disebut satu bulan sinodis. Tidak setiap bulan mati terjadi gerhana matahari, begitu pula tidak setiap bulan purnama terjadi gerhana bulan. Hal ini disebabkan oleh orbit bulan membentuk bidang miring sebesar 5 derajat terhadap bidang ekliptika. Perpotongan dua bidang tersebut membentuk garis nodal yang berputar ke arah barat dalam periode 18,6 tahun, yang disebut periode nutasi bulan. Kedudukan matahari dekat sebuah titik nodal disebut musim gerhana, yang berulang pada setiap 173,3 hari. Perpaduan periode putaran garis nodal dan periode fase bulan menyebabkan gerhana serupa akan berulang setiap 18 tahun 11,3 hari, yang disebut periode saros. Setiap perulangan periode saros, wilayah lintasan gerhana di bumi akan bergeser pada tempatnya, akibat harga periode saros tidak bulat. Jika musim gerhana pertama jatuh pada bulan januari, gerhana matahari dapat terjadi sebanyak 5 kali dalam satu tahun. Jumlah maksimum seluruh jenis gerhana baik gerhana matahari dan gerhana bulan dalam satu tahun dapat terjadi sampai 7 kali.


Saat-saat terjadinya gerhana matahari maupun gerhana bulan dapat diperhitungkan jauh-jauh sebelumnya, karena sistem pergerakan bumi mengitari matahari dan bulan mengelilingi bumi telah diketahui dengan sangat teliti.


Gerhana matahari total pada tahun-tahun yang akan datang s/d tahun 2010 berdasarkan perhitungan.


Tahun
Tanggal
Jenis
Lama Total
Daerah Lintasan Gerhana
2002
04 Desember
Total
02m:03,7d
Afrika, Samudera Indonesia, Australia
2003
23 November
Total
01m:57,2d
Kutub Selatan
2005
08 April
Cincin/Total
00m:42,0d
Samudera Pasifik
2006
29 Maret
Total
04m:06,7d
Afrika, Eropa, Rusia
2008
01 Agustus
Total
02m:27,2d
Rusia, China
2009
22 Juli
Total
06m:38,9d
China, Samudera Pasifik
2010
11 Juli
Total
05m:20,2d


Samudera PasifikCatatan:Gerhana matahari total terdekat yang melewati wilayah Indonesia akan terjadi pada tanggal 09 Maret 2016 dengan durasi 04m:09,5d. Daerah lintasan gerhana mencakup wilayah: sumatera, kalimantan dan sulawesi.


p/s...selamat menambah ilmu, saya menunggu akhbar esok hari yang mungkin ada melaporkannya.


Armiza Nila

Kuching

Fakta tentang gerhana matahari

Gerhana matahari
Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas.
Lompat ke: navigasi, gelintar


Gerhana matahari berlaku apabila kedudukan bulan terletak di antara bumi dan matahari oleh itu menutup cahaya matahari. Walaupun bulan lebih kecil, bayangan bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya kerana bulan dengan purata jarak 384,400 kilometer adalah lebih dekat kepada bumi berbanding matahari yang mempunyai jarak purata 149,680,000 kilometer.

Gerhana matahari boleh dibahagi kepada 3 iaitu gerhana penuh, gerhana separuh, dan gerhana analus. Gerhana penuh apabila matahari ditutup sepenuhnya oleh bulan disebabkan bulan berada dekat ke bumi dalam orbit bujurnya, gerhana separuh apabila bulan hanya menutup sebahagian daripada matahari, dan gerhana analus yang terjadi apabila bulan hanya menutup sebahagian daripada matahari dan cahaya matahari selebihnya membentuk cincin bercahaya sekeliling bayangan bulan yang dikenali sebagai 'corona'.

Gerhana matahari berlaku selama 7 minit 30 saat pada tempat yang paling lama. Ketika gerhana matahari, orang ramai dilarang melihat ke arah matahari secara langsung kerana ini boleh merosakkan mata dan mengakibatkan buta.

Bagi mereka yang beragama Islam, mereka digalakkan untuk melakukan Solat Sunat Gerhana ketika berlakunya gerhana.

p/s... ketika pertama kali melihat fenomena ini saya belum membaca artikel ini...astaghfirullahaladzhim...moga dijauhkan Allah dari segala yang tidak baik...Amin...

Armiza Nila

Subhanallah - Fenomena Gerhana Matahari di Kuching






























Enam Foto Fenomena Gerhana Matahari yang diambil di jalan Sultan Tengah, Petra Jaya, Kuching

Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar

Maha Suci Allah, Syukur ya Allah, Allah Maha Besar

Hari ini saya berpeluang melihat dengan mata kepala sendiri fenomena Gerhana Matahari di Kuching.

Seram sejuk tubuh saya melihat salah satu keajaiban Allah. Inilah kali pertama saya melihatnya semasa diberitahu rakan-rakan di pejabat.

Saya tidak melepas peluang untuk merakam foto bagi mengingati sejarah ini.
Mari kita berdoa kepada Allah dari segala kejahatan, malapetaka mahupun bencana dan berdoa untuk kebaikan seluruh penduduk bumi.

Semoga kejadian ini menginsafkan kita Maha Besar Allah, Maha Berkuasa dan Maha Pencipta-Nya.

Armiza Nila

Jalan Sultan Tengah, Petra Jaya, Kuching, Sarawak

Tuesday, April 01, 2008

Foto-foto sekitar Malam Baca Puisi 22 Mac 2008 di Tebingan Kuching anjuran Angkatan Pengkarya Indie [API]




















Foto-foto semasa deklamasi puisi Seniman Jalanan oleh Zacharia Manan, Yusuf Fansuri, Sinora Azma dan Abdillah SM. Foto saya sendiri tidak diambil kerana suami sibuk menjaga anak-anak yang turut ikut sama memeriah majlis.
Foto ramai-ramai diambil setelah selesai majlis baca puisi. Dalam hujan renyai, kami terpaksa berpayung sambil mendeklamasi puisi dengan semangat bara API!

Kegirangan anak-anak















Tiada yang lebih indah bagi anak-anak bila mereka bisa mengecapi kegirangan bermain sepuas hatinya.
Ahad yang lepas, saya dan suami membawa anak-anak melepasi segala kekusutan 6 hari terkurung di gubuk untuk mengecapi kegirangan yang mereka ciptakan. Kami ke The Spring Mall, Simpang Tiga - melewati Parkson Grand yang melakukan jualan murah yang agak baik untuk saya yang memerlukan sedikit keperluan diri.
Bagi 'Irfan dan Adib bermain di belon besar lagak taman permainan itu cukup memuaskan jiwa keanak-anakan mereka. Adib tanpa gentar naik turun belon besar itu sehingga terbatuk2 kerana sesak nafas - malam sebelumnya terpaksa mengepam bronkil akibat kahak yang kuat di Healthcare Clinic. Namanya naluri anak-anak tetap juga bermain. Irfan dan Adib nampaknya gemar berkawan. Ifah yang kecil hanya digendong mama dan sesekali ketawa bila dilepaskan untuk berjalan di lantai.
Kami menjamu selera pertama kali di Restoran Chicken Rice Shop. Dengan harga yang agak berpatutan dengan menu yang dihidangkan saya tidak menyesal menjamu selera di sini. Memang masakan Malaysia yang cukup enak. Kami memilih Family Feast yang bernilai RM55.99 ditambah dengan extra Roll menjadi RM73.45 untuk 3 orang dewasa dan 3 orang kanak-kanak. Bagi rakan2 yang belum ke sini, jangan takut untuk mencuba resepinya seperti Gado-gado, Chicken Rice, Wanton, Fishball Soup, Beef Stew, Chicken Curry, Assam Pedas Fish, Beancurd, Kerabu Manggo, Prawn Roll dan pelbagai jenis lagi makanan yang enak-enak.
Singgah juga sebentar ke Grand Supermart, Wisma Satok yang melakukan jualan murah setengah harga. Melihat lautan manusia yang menggerumuni pusat beli belah ini, saya dan suami hanya sempat mengambil dua pasang kasut sukan jenama Dunlop yang berjumlah RM79.90 setelah didiskaun 50%.
Pada waktu itu, anak-anaklah yang paling gembira dapat mengecapi kegirangan di samping kedua ibubapa yang sentiasa sibuk pada setiap lima atau enam hari bekerja.
30 Mac 2008 - The Sping Mall

Belajar dari bahasa air tangan


Butter dan Coconut Bun - Egg Tart dan Chicken Pizza yang dah masak hasil tangan Saya, Eda dan Yanti





Secuil dari sejumlah foto yang diambil ketika mengikuti Kursus Pendek Membuat Egg Tart, Pizza dan Bun di SATT Kolej anjuran KKKUC pada Sabtu, 29 Mac 2008

Hujung minggu yang lepas, tangan ini telah mempelajari sesuatu yang baru untuk dilatih dan dibersihkan dengan air yang bisa ditumpahkan ke selera suami dan anak-anak nantinya.

Berkesempatan mempelajari membuat egg tart, pizza dan bun merupakan pengalaman manis yang cukup indah. Kalau selama ini hanya mampu membeli di Mita Cake House atau Taka Cake House - insyaAllah lepas ini tangan ini sendiri yang mengadun, mengedoh lalu membakarnya menjadi makanan yang cukup enak.

Dengan bayaran RM20.00 pelbagai ilmu pembuatan roti telah dipelajari. Chef dari SATT Kolej juga amat sporting ketika menurunkan ilmu. Saya, Eda, Yanti, Mae, Diana dan Nor tidak melepaskan peluang ini. Kursus menjadi meriah oleh karenah kami yang berebutan mixer, mesin timbang dan oven.

Saya menulis entri ini sekadar mencatat sejarah yang bisa menjadi kenangan bila dah tua nanti. hahaha...

Tuesday, March 25, 2008

SURVIVAL PENYAIR WANITA SARAWAK

Survival Penyair Wanita Sarawak
Oleh Zachmanan

Perkembangan dunia kepenyairan wanita di Bumi Darul Hana ini agak perlahan. Dalam kiraan sedekad (1990-2000) , hanya beberapa penyair wanita saja yang mampu berdiri, tetapi itupun tidak bertahan lama.

Beberapa nama wajar disorot kembali dan dilihat keberadaannya; Puteri Adena Saila, Aina Abadi dan Sofia Acol Abdullah `berkubur tanpa nisan', penyair serba baru Rahayu Omar ternyata masih mengkal untuk disandarkan harapan besar, Maliah Adenan terlalu disibukkan dengan tugas birokrasi lantas malei, Hashimah Siri masih aktif, namun dalam momentum yang supra-perlahan.

Yang paling gah (barangkali) nama Sriwati Labot penyair kelahiran bandar Sri Aman yang pernah menjadi kebanggaan warga sastera tempatan (baca: Dewan bahasa dan Pustaka Sarawak) suatu ketika dulu. Beberapa karya puisinya dimenangkan dan sekali gus membangunkan ketersohoran namanya.

Namun entah kerana apa, nama Sriwati itu tenggelam dan akhirnya hilang begitu saja di persada sastera tempatan. Tiada lagi karyanya di dada akhbar, tiada lagi kelibatnya dalam aktiviti sastera. Tiada lagi Sriwati Labot !

Selepas itu saya mencongak, apa (siapa) lagi yang tinggal?
Penyair wanita veteran yang masih aktif sehingga sekarang hanya beberapa kerat saja. Lihat Latifah Shebli yang masih giat menurunkan buah inspirasinya. Dari semasa ke semasa, karyanya muncul di Utusan Sarawak.

Cuma saya sering menyatakan begini: semakin lama seseorang itu mengarang puisi, maka semakin bijaksanalah dia. Wise, wiser, wisest. Tetapi tidak begitu bagi Latifah. Secara umumnya saya pengkaryaan semakin merudum.

(Saya sedia untuk berforum dengannya berhubung hal ini. Bila?)
Maaf cakap !
Bagaimana pula senario mutakhir? Pastinya kemunculan nama-nama baru menjanjikan harapan yang besar (Moga-moga. Amin !). Pastinya mereka ini bakal memberikan ekspresi jiwa yang segar kepada penikmat sastera.

Ada antaranya yang sudah menerbitkan himpunan puisi sendiri, ada pula yang dalam proses penerbitan dan ada pula yang masih bertatih-tatih mengumpulkan karya yang bakal mengegarkan kita (sabarlah menunggu, katanya)

Contoh pertama, Rosaini Hiplee merupakan antara pelapis penyair wanita yang mempunyai potensi untuk dikembangkan. Himpunan puisi mutakhirnya ialitu Sari Rahsia Terindah merupakan manifestasi eksistensi Rosaini.

Membaca himpunan puisinya membuka satu tingkap baru ke dalam dunia kewanitaan yang penuh emosi dan syahdu. Menelaah himpunan itu membuka kita kepada pengertian hati seorang wanita yang halus dan tulus.

Welchasstauungnya terhadap diri, cinta, bangsa dan agamanya. Benar-benar menampakkan kematangan dirinya bukan saja sebagai seorang penyair tetapi juga seorang manusia yang manusiawi.

Namun demikian, Rosaini barangkali lebih bertuah kerana kedudukannya yang bertugas di Dewama (dan juga mantan kakitangan Dewan Bahasa dan Pustaka Sarawak).
Justeru, laluannya untuk pantas berkembang seperti telah diatur sedemikian rupa.

Berbeza dengan Armiza Nila (Maslina Mahbu) yang terpaksa melalui pahit-getir dunia kepenyairan sebelum namanya secara rasmi dinobatkan sebagai penyair wanita yang turut berpotensi besar.

Didalam dunia realiti, nama Armiza seakan-akan tidak wujud seperti dunia realiti itulah sekejam-kejam dunia yang membunuh eksistensi Armiza. Walau apapun yang dilakukan masih tidak memadai untuknya berkembang.

Hanya sekali saja namanya berkumandang iaitu ketika diangkat sebagai penerima Hadiah Penghargaan Penulis Sarawak 2005 melalui puisinya yang berjudul Bahasa Kepada Lelaki.

Selepas itu, tiada lagi gema namanya di dunia main stream sastera tempatan. Namun didalam dunia maya (virtual) nama Armiza Nila merupakan satu penyataan serius dunia kepenyairannya.

Melalui blognya Basah Dalam Setitik Nila, Armiza mengungkapkan persoalan yang mencakupi hubungan horizontal dan vertikal dirinya. Sekali-sekala terasa benar sensitiviti wanita menguntum bersama Armiza.

Armiza harus terus likat mencarigali kreativiti yang ada, sumur tanpa dasar itu. Selanjutnya Armiza harus membugar kemampuannya sehingga ke tahap maksima.

Paling penting Armiza harus membongkar kesejatian dirinya tanpa perlu mengambil acuan daripada penyair-penyair lain. Saya secara peribadi amat menyenangi puisi-puisinya yang padat dan bernas itu.

Kini, beberapa hari yang lalu saya amat bertuah kerana punya ruang dan peluang bertemu dengan seorang lagi pelapis penyair wanita yang saya fikir mampu pergi lebih jauh lagi.
Namanya Farid-Iman !

Saya telahpun menelaah sebuah karya terbaiknya iaitu Airmata Iman (karya itu telah disiarkan di sebuah akhbar tempatan Sarawak) dan melihat kemampuan daya cipta nama baru ini.

Farid-Iman masih baru dalam dunia kepenyairan tetapi intensitas dirinya amat terasa benar, stamina terasa terolah dengan baik dan paling penting daya perenungannya tajam.

Melalui sajak terbarunya itu, dia mengungkapkan persoalan besar yang semakin menuntut perhatian kita iaitu kemacetan institusi kekeluargaan yang jika tidak ditanggapi dengan baik akan menghancurkan strutur masyarakat.

Idealisme Farid-Iman melalui gambaran hubungan simbiosis sang ibu dan anaknya adalah satu pegangan yang tinggi dan muluk yang sewajarnya difikirkan dan diambil iktibar
Perenungan seperti ini amat diperlukan tertutamanya daripada seorang penyair wanita seperti Farid-Iman. Beliau ialah contoh a new breed of poet yang didalam dirinya terkandung kualitas penyair-pemikir.

Pendekatan bahasa yang mudah, lurus, ekonomis dan seakan-akan ketandusan bumbu sastera menjadikan puisi Farid-Iman berada dalam posisi kewujudannya tersendiri. Ia punya formasi kesenian yang unik.

Puisi yang menuju jalan yang benar, puisi yang membangun kejadiannya didalam benak fikiran, puisi yang menampakkan kelibat kejujuran seorang manusia-penyair yang sebenar-benarnya.
Bukan yang bertopengkan kata-kata puitis (tanpa halatuju yang jelas dan bernas) dan semata-mata untuk menyenangkan audiencenya.,mengglorifikasikan dirinya. Bukan itu sewajarnya.
Kini dikhabarkan Farid-Iman akan muncul dengan sebuah himpunan puisi berjudul Sajak Ikan Koi. Himpunan itu mengandungi 21 buah sajak mutakhir daripada beliau yang pastinya akan mencabar pemikiran penikmat sastera.

Namun Farid-Iman (dan Armiza Nila) barangkali sedikit menderita kerana terpaksa memilih the road not taken (judul daripada puisi Robert Frost) untuk langsungan survival dunia kepenyairan mereka.

Dari Armiza Nila ke Farid Iman, terletak harapan kita untuk melihat lahirnya barisan penyair wanita yang mampu berdiri di peringkat tertinggi. Mampu menatap wajah Siti Zainon Ismail sebagai teman.

A new breed of poets, Armiza Nila dan Farid-Iman dan API

[petikan rencana yang disiarkan di ruangan Anak Seni akhbar Utusan Sarawak, Isnin, 24 Mac 2008 diambil dari Laman Sastera_Sarawak]

Monday, March 24, 2008

Baca Puisi API setelah dua tahun...



[ihsan foto dari blog marsli n.o.blogspot.com]
Malam Ahad- 22 Mac 2008 jam 8.00 hingga 9.30 malam, Kuching Waterfront yang basah disirami renyai2 hujan [seakan merestui bara api para penyair muda Angkatan Pengkarya Indie - API] - menyemarakkan malam yang tenang dengan acara Baca Puisi Seniman Jalanan.


Setelah dua tahun, acara itu kembali membakar Tebingan Kuching yang sunyi dengan aktiviti Sastera. Antara kerabat API yang membaca puisi malam itu ialah saya sendiri sempat mendeklamasi puisi saya Bahasa Kepada Lelaki, Halimunan Sejarah karya Marsli NO dan Airmata Iman karya Farid-Iman. Kerabat Api yang lain ialah Sepawi Kelondet, Zakaria Abdul Manan, Yusuf Fansuri, Sinora Azma dan Pena Alam. Dan penyair tersohor Sarawak juga turut menyumbang baca puisi iaitu Abdillah SM.
Foto dan video tidak dapat diattach di sini kerana ada masalah teknikal.
Apa pun, saya cukup puas dengan acara malam tersebut. Baca puisi di halaman rakyat untuk rakyat mendekati hati nurani rakyat.
Armiza Nila melaporkan dari Kuching [22 Mac 2008]

Mengapa Ada Benci

Mengapa ada benci
setelah datang kemesraan

kejelekan yang berciciran
telah dilapsirnakan
sebersih seputih salju turun pertama
dari langit suci

mengapa ada benci
ada dengki
setelah kemewahan menyarung dalam diri
sadarkah
semua itu tidak abadi
hanya Dia milik mutlaknya

dan kita
adalah peminjam
yang memajakgadaikan
seluruh hidupnya
menghirup manis
yang disangka enak semata

mengapa ada benci
setelah kesumat dilumat dari kenang

duhai kalian
senyumlah jika itu kemenangan
biar jadam dikunyah telan
kebenaran akan menyusul
tika hijab langit terbuka

hati
isi
hiasi peribadi
tika harta sepi
tanpa penghuni!

Armiza Nila
24 Mac 2008

Wednesday, March 19, 2008

Hari Keputeraan Nabi Muhammad S.A.W

Selamat menyambut "Maulidur Rasul" kepada seluruh umat Islam dunia.

Moga diberikan ruang waktu bagi memperingati hari keputeraan Nabi Muhammad S.A.W bermula pada malam ini.

Sama-sama kita memanjangkan salawat ke atas Rasul, keluarganya, saudaranya dan sahabat-sahabatnya.

Allahummassali'alasyaidinaMuhammad wa 'alaali Muhammad.

Kepada seluruh umat Islam, marilah kita berganding bahu hidup di dunia yang sementara ini berbekalkan Al-Quran dan Al-Hadis Rasul Muhammad S.A.W.

Daripada Armiza Nila sekeluarga - Kuching

Monday, March 17, 2008

'Luka yang dicuka'




Tahukan betapa perit rasanya. Luka yang sedia ada disimbah cuka. Menggigit-gigit sampai ke tulang sumsum. Lalu terseram sejuk terangkat-angkat sekalian bulu roma.


Bisakah sang kerdil ini mengubah perilaku orang lain yang sudah masak dalam sekujur jasadnya yang dibaluti hatinya dengan segumpal darah bara itu.


Pahit jadam dikunyah jua. Antara manis, masin, pahit dan masam sudah tiada bezanya. Umpama orang demam yang hilang deria rasanya.
Sekian hari seperti mengasak-asak ladangnya. Laksana peluru yang tidak sabar dilepaskan dari kelongsongnya tepat mengenai sasaran.
Sudahlah. Sudahlah. Sudahlah. Hati dan lidah saling berbahas. Cuba memberhentikan. Namun apa kuasanya untuk mengatakan tidak tatkala ia datang jua.
Kembali ke sebermula. Ya, hanya Dia yang mengerti. Sudah janji-Nya - memberi ujian sekadar mampu hamba. Bukan menyeksa. Bukan menekan. Menimbang kematangan! Menghadapi kenyataan!

Wednesday, March 12, 2008

Wahai hati, ucap diri



wahai hati

dengarlah :

ucap diri

meski berdiri

tegap sebatang tubuh

kecundang ia

tatkala dipanah nista

ingatlah :

pujuk diri

tikaman demi kecaman

laksana busa

mencuci jelaga

penuh setia

wangikan kasturi

di mandala istana

binakan kubu

dari imanmu

baiki akhlak

pakukan benci

sirnakan setanggi

semerbak bidadari

manis terpuji

layarkan impian

ke samudera pasti

janji Nya dipegang

amanah Nya dipelihara

dilindungi

saat kau minta :

berkali-kali.

Armiza Nila

Semariang Batu, Kuching

12 Mac 2008

[sebuah puisi armiza nila]

Friday, March 07, 2008

Karya dari Penulis Seberang

[ ihsan foto dari Eka Kurniawan Project]


Saya tidak tahu apa yang harus saya tulis.


Saat bakal menghadapi peperiksaan PTK, fikiran saya digugah untuk memberi waktu pada study. Namun sebagai ibu yang punya anak2 kecil yang memerlukan perhatian penuh pada sebelah malamnya kesabaran saya sering saja diuji. Tuhan, mohon diberikan waktu biar di saat-saat akhir...


Kebelakangan ini, jiwa saya merasa aman sekali tatkala dapat menatap karya2 dari penulis muda Indonesia yang begitu gah nama mereka. Terima kasih Roslan Jomel kerana memperkenalkan sebaris nama mereka seperti Eka Kurniawan dan Agus Noor yang sempat saya lawati laman mereka.


Cerpen Agus Noor - Permen - asyik sungguh saya membacanya. Saya seakan-akan berada di jalan-jalan Pontianak ketika membaca cerpen itu [mengingat kembali kembara saya ke daerah itu] dan mengalami sendiri apa yang ditulis penulis biarpun subjeknya bukan permen [sejenis gula-gula kah?]. Betapa penyair ini begitu halus penelitiannya sehingga menyentuh bab-bab penderitaan yang dialami oleh orang2 kecil di daerahnya. Alhamdulillah, minda saya terbuka dengan pembacaan karyanya ini.


Harapan saya penulis2 muda di Malaysia amnya dan Sarawak khususnya bisa menampilkan karya berbau serupa tanpa takut atau getir periuk nasi mereka digantung atas para yang tinggal abu...


Mudah2an juga semangat saya turut ditiupnya....:-)
p/s...cerpen La Cage aux Folles Eka Kurniawan ini belum usai saya hadami, ulasannya dikemudiankan.

Thursday, March 06, 2008

Undi Pos

Seumur hidup saya [yang sudah berkali menjadi pengundi di kampung sendiri, inilah kali pertama nama saya didaftar bersama suami untuk undi pos.

Jam 7.00 pagi saya menuju tempat mengundi, tapi kecewanya proses pengundian bermula jam 9.00 pagi. Maka berbondong2 lah para pengundi baik petugas, perempuan2 bersama suami mereka dan termasuklah para ibu yang turut mengendong bayi kecil mereka.

Sedih saya melihat keadaan ini.

Cuma pengalaman ini, sedikit membuka mata saya cara mengundi pos.

Wednesday, March 05, 2008

Kerana Buku

ihsan foto dr web PALASARI Toko Buku Online


Oh...inikah namanya nikmat pencinta buku.

Kumpulan Cerpen Kekasih Sam Po Bo - Faisal Tehrani usai saya baca. Kesemua cerpen yang terkandung di dalamnya amat memuaskan hati saya. Dari unsur agama, humor, pemberotakan dalam jiwa terhadap isu2 semasa negara mahupun luar negara ditambah dengan ilmu pengetahuan yang baru - Faisal cukup bijak berkata dalam karyanya. Saya memang sudah lama meminati karyanya sejak kali pertama berjumpa di Merdeka Palace semasa Dialog Kalimantan Borneo sekitar tahun 2000 dan mendapatkan buku Kumpulan Cerpen Underground bersama Azman Ismail[kalau tak silap saya] dan novel Perempuan Politikus Melayu.

InsyaAllah, saya akan mendapatkan buku2 Faisal yang lain yang semuanya hot-hot belaka bunyinya.

Tiada yang lain bagi pencinta buku tatkala buku2 penulis yang diminatinya sampai ke pangkuan. Cuma ruang dan waktu lagi yang menjadi batas untuk keberlangsungannya membaca.

Saya sebenarnya gembira kerana selain Ujana Ilmu, rakan2 penulis di Semenanjung sanggup menghantar melalui pos buku2 mereka yang saya mahukan segera. Setakat ini, saya sudah berurusan dengan empat orang penulis itu - Serunai Faqir, Prof Muhd Kamil Ibrahim, Zalimatunura Isa dan Marsli NO. Mana tahu selepas ini saya akan berupaya berinteraksi dengan sihat antara penulis2 Semenanjung yang lain.

Cuma, sekarang ini, saya belum berpeluang mengulas satu-satu buku yang sudah saya hadami itu.

Monday, March 03, 2008

Shopping Mall baru di Kuching

Boulevard Shopping Mall terletak di Batu Tiga manakala The Spring Shopping Mall bertempat di Simpang Tiga, Kuching.

Saya, suami dan dua anak lelaki kami sempat ke Boulevard beberapa hari selepas pembukaannya. Mendapatkan parking lot saja sudah mengambil masa hampir 1 jam, inikan pula nak bershopping sakan pada sebelah malam.

Kami hanya ke Hypermarket Boulevard sahaja malam itu. Terasa lenguh kaki saya berjalan mengeliling Hypermarket terbesar pernah saya kunjungi itu. Itu belum lagi ke seluruh tingkat.

........................

Semalam (Ahad), saya dan suami ke The Spring Mall. Tujuannya nak ke MPH. Wow! Besarnya kedai buku ini. Saya hanya sempat mengambil dan membayar My Early Learning Book anak saya yang didiskaun 50% menjadi RM16.45 itu. Hanya tinggal Judul Animal saja - saya tiada pilihan lain!

The Spring macam pergi Menara Berkembar di KL. Keluasannya entah berapa ekar. Saya juga sempat ke Parkson Grand - mencari dan membeli Track Suit untuk fitness training.

Friday, February 29, 2008

UpTempo Fitness....

Hari ini, petang nanti selepas waktu pejabat, saya akan memulakan latihan aerobik di Fitness Training...

hm....jgn salah anggap - saya mahukan kesihatan yang baik agar bukan saja cemerlang dalam kerjaya tapi sihat untuk terus berkarya..

:-)

Muhammad Adib Nifail Yang .....




...comel - mama lahirkan dengan bermacam risiko sehingga terbetiknya sebuah puisi berjudul dari Kamar Neo Natal - beratnya ketika keluar dari rahimku 4.10 kg. MasyaAllah, hampir2 saja saya dibedah kerana beratnya yang melampau.
Mama amat menyayangi Adib sepertimana mama menyayangi 'Irfan dan Ifah. Adib sungguh! lain daripada anak2ku yang lain.
Tumbesarannya sungguh istimewa. Lahir pada 01 September 2005 sehari selepas 31 Ogos...perkembangan Adib begitu cepat. Adib berjalan ketika usia 11 bulan tetapi lambat tumbuh gigi dan kesannya gigi Adib sungguh kuat dan bersih.
Belum sampai 2 tahun Adib sudah petah bercakap. Sungguh cerdik otaknya dan sungguh cerdas pula tingkahnya. Saya sering saja teruja dan terduga oleh olah Adib.
Saya memberikan namanya Muhammad yang bermaksud Yang Terpuji - Adib yang bermaksud Sasterawan - dan Nifail yang bermaksud Pemberian. Zacharia pernah berkata cantik nama tu maksudnya Sasterawan terpuji yang amat pemberi....Hmmmm.....saya tersenyum mendengar komen Zach.
Tatkala saya mengandung Adib semangat saya berkobar2 dan gerak laku saya selalunya di luar kebiasaan. Saya belajar memandu ketika mengandung Adib seawal 3 bulan sehinggalah 7 bulan. Saya hendak mengambil ujian memandu sebelum melahirkan Adib tetapi tidak dibenarkan Cikgu Zamri - bimbang kerana semasa 7 bulan itu saja perut saya sudah membesar macam cukup tempoh melahirkannya sehingga menyentuh stering semasa memandu. Akhirnya saya mengambil ujian memandu selepas usia Adib 42 hari. Entahlah, semasa mengandungkan Adib saya semacam ada kekuatan yang luar biasa dalam banyak keadaan. Saya semacam berani untuk mencuba apa saja yang saya takut sebelum ini.
Kini Adib sudah 2 tahun enam bulan. Semasa saya mengaji, Adib turut mengikut irama dan lagu ngaji saya. Bila saya bagi Muqaddam, petah saja Adib mengajuk Alif, Ba, Ta mengalahkan abangnya 'Irfan.
Adib juga suka menyanyi. Dia tidak dapat mendengar radio kereta berbunyi. Pasti Adib akan turut menyanyi. Di rumah mak, beliau pernah berkata, "Dib, jangan nyanyi kuat2 nanti daun rokok apung makwa tak kering kalau hujan turun dengar Adib nyanyi". Saya tersenyum mendengar cerita pembaantu saya.
Adib juga suka bermain dengan adiknya Ifah. Dia geram dengan Ifah. Mula2 baik saja main, lama2 digigitnya tangan adiknya...Adib juga suka bergusti dengan Irfan. Sampaikan tak tertahan abangnya digustinya.
Adib...Adib....sekarang Adib dah mula mau membaca...dia suka suruh saya baca buku Dicakar Hantu oleh Zalimatunura Isa...
Mama berharap, suatu hari Adib jadi orang berguna - petah berpidato macam mama semasa zaman sekolah, menjadi deklamator, suka membaca dan mesra dengan orang ramai - itupun kalau Adib mahu. Cuma satu, kalau Adib boleh jadi Ustaz [Pendakwah], mama lagi bangga kerana dapat meneruskan cita-cita mama yang terbengkalai suatu ketika dulu. Amin...