Wednesday, April 02, 2008

fakta gerhana matahari versi Indonesia



Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan


Beragam mithos tentang gerhana di berbagai tempat di muka bumi menarik untuk disimak sebagai pelestarian kekayaan khasanah budaya manusia di masa lalu. Raksasa Betara Kala atau Rahu menelan matahari karena dendamnya pada Sang Surya (matahari), menyebabkan terjadinya gerhana. Di belahan bumi lain muncul pula cerita tentang Naga Langit yang menelan matahari atau bulan saat gerhana berlangsung. Tidak kalah menariknya beragam aktivitas makhluk hidup dilakukan mulai dari perilaku yang "kurang wajar" oleh sekelompok orang di pedesaan seperti memukul-mukul kentongan, bersembunyi di rumahnya dengan menutup rapat-rapat semua pintu dan jendela rumah, menutup sumur dan tempayan, menyelam di sungai, memukul-mukul pohon kelapa, perempuan hamil bersembuni di bawah tempat tidur dsb, sebagai cerminan rasa ketakutan psikologis akibat kepercayaan terhadap pengaruh mithos gerhana, maupun perilaku binatang malam yang keluar dari sarangnya di siang hari, sampai penelitian ilmiah modern pun dilakukan oleh manusia.


Dalam kamus Ilmu Pengetahuan Alam, sebenarnya gerhana merupakan gejala alam biasa yang berulang akibat perulangan gerak bulan dan bumi mengedari matahari. Gerhana merupakan gejala saling menutupi antar benda langit. Bulan bergerak di antara kedua belahan langit, utara dan selatan di sepanjang daerah zodiak. Pada suatu waktu bulan lewat di depan matahari dan menghalanginya sehingga terjadi gerhana matahari yang dapat terjadi pada saat fase bulan mati atau posisi konjungsi. Gerhana matahari dapat berupa gerhana matahari total, gerhana matahari cincin (anular) atau gerhana matahari sebagian.


Pada saat lain, yaitu ketika bulan sedang beroposisi terhadap matahari atau penampakan fase purnama, bulan dapat melewati bayangan bumi, sehingga terjadi gerhana bulan. Gerhana ini dapat berupa gerhana bulan total, gehana bulan sebagian atau gerhana penumbra (samar).


Bulan dan bumi membentuk kerucut bayangan akibat disinari oleh matahari. Pada bayangan itu terdapat daerah gelap (umbra) dan bagian samar (penumbra). Ketika terjadi gerhana matahari, bayangan bulan jatuh ke permukaan bumi dan bergerak sepanjang daerah tertentu yang disebut daerah lintasan gerhana. Daerah ini terdiri atas daerah gerhana total dan daerah gerhana sebagian. Daerah gerhana matahari total dilalui oleh bayangan umbra bulan dan daerah gerhana matahari sebagian hanya dilalui oleh bayangan penumbranya. Tempat yang mengalami gerhana berbeda dari satu kejadian ke kejadian berikutnya, akibat dari sistem peredaran bumi terhadap matahari dan peredaran bulan sebagai satelit bumi.


Gerhana matahari total merupakan peristiwa yang mempunyai arti lebih penting dibandingkan dengan gerhana matahari lainnya maupun gerhana bulan, oleh karena kita dapat menyelidiki sifat-sifat matahari dan juga gejala-gejala terestrial.


Aspek-aspek yang dapat dipelajari pada saat gerhana matahari total, antara lain penampakan korona matahari, prominensa dan lapisan khromosfer. Terjadinya gerhana disertai pula oleh peristiwa pasang laut maksimum antara letak matahari, bulan dan bumi yang segaris. Fenomena lainnya pada saat terjadi gerhana matahari total yang menarik untuk diteliti: perubahan cuaca secara mendadak, perilaku makhluk hidup yang ada di bumi termasuk kegiatan manusianya sendiri, semua itu merupakan kegiatan penelitian fisika, biologi ataupun sosial. Durasi gerhana matahari total relatif singkat, yang terlama hanya sekitar 7 menit.


Gerhana matahari cincin terjadi apabila puncak kerucut bayangan umbra bulan tidak mencapai permukaan bumi. Hal itu bisa terjadi karena jarak bumi-bulan berubah-ubah, sesuai dengan lintasan peredaran bulan yang berbentuk ellips. Pada saat gerhana matahari cincin ini bulatan bulan tampak lebih kecil dari ukuran piringan matahari.


Gerhana bulan juga menarik untuk diamati dan dipelajari, misalnya untuk menguji ketepatan perhitungan ephemeris (koordinat benda langit). Pada saat itu posisi bulan, bumi dam matahari tepat satu garis. Jika bulan bergerak di dalam daerah bayangan penumba bumi, tanda-tanda gerhana tak tampak, oleh karena itu yang bisa kita amati ialah pada saat bulan memasuki daerah bayangan umbra bumi. Gerhana bulan terlihat oleh hampir setengah muka bumi, bisa berlangsung sampai lebih dari 3 jam.


Fase bulan berulang rata-rata dalam 29,5 hari yang disebut satu bulan sinodis. Tidak setiap bulan mati terjadi gerhana matahari, begitu pula tidak setiap bulan purnama terjadi gerhana bulan. Hal ini disebabkan oleh orbit bulan membentuk bidang miring sebesar 5 derajat terhadap bidang ekliptika. Perpotongan dua bidang tersebut membentuk garis nodal yang berputar ke arah barat dalam periode 18,6 tahun, yang disebut periode nutasi bulan. Kedudukan matahari dekat sebuah titik nodal disebut musim gerhana, yang berulang pada setiap 173,3 hari. Perpaduan periode putaran garis nodal dan periode fase bulan menyebabkan gerhana serupa akan berulang setiap 18 tahun 11,3 hari, yang disebut periode saros. Setiap perulangan periode saros, wilayah lintasan gerhana di bumi akan bergeser pada tempatnya, akibat harga periode saros tidak bulat. Jika musim gerhana pertama jatuh pada bulan januari, gerhana matahari dapat terjadi sebanyak 5 kali dalam satu tahun. Jumlah maksimum seluruh jenis gerhana baik gerhana matahari dan gerhana bulan dalam satu tahun dapat terjadi sampai 7 kali.


Saat-saat terjadinya gerhana matahari maupun gerhana bulan dapat diperhitungkan jauh-jauh sebelumnya, karena sistem pergerakan bumi mengitari matahari dan bulan mengelilingi bumi telah diketahui dengan sangat teliti.


Gerhana matahari total pada tahun-tahun yang akan datang s/d tahun 2010 berdasarkan perhitungan.


Tahun
Tanggal
Jenis
Lama Total
Daerah Lintasan Gerhana
2002
04 Desember
Total
02m:03,7d
Afrika, Samudera Indonesia, Australia
2003
23 November
Total
01m:57,2d
Kutub Selatan
2005
08 April
Cincin/Total
00m:42,0d
Samudera Pasifik
2006
29 Maret
Total
04m:06,7d
Afrika, Eropa, Rusia
2008
01 Agustus
Total
02m:27,2d
Rusia, China
2009
22 Juli
Total
06m:38,9d
China, Samudera Pasifik
2010
11 Juli
Total
05m:20,2d


Samudera PasifikCatatan:Gerhana matahari total terdekat yang melewati wilayah Indonesia akan terjadi pada tanggal 09 Maret 2016 dengan durasi 04m:09,5d. Daerah lintasan gerhana mencakup wilayah: sumatera, kalimantan dan sulawesi.


p/s...selamat menambah ilmu, saya menunggu akhbar esok hari yang mungkin ada melaporkannya.


Armiza Nila

Kuching

Fakta tentang gerhana matahari

Gerhana matahari
Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas.
Lompat ke: navigasi, gelintar


Gerhana matahari berlaku apabila kedudukan bulan terletak di antara bumi dan matahari oleh itu menutup cahaya matahari. Walaupun bulan lebih kecil, bayangan bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya kerana bulan dengan purata jarak 384,400 kilometer adalah lebih dekat kepada bumi berbanding matahari yang mempunyai jarak purata 149,680,000 kilometer.

Gerhana matahari boleh dibahagi kepada 3 iaitu gerhana penuh, gerhana separuh, dan gerhana analus. Gerhana penuh apabila matahari ditutup sepenuhnya oleh bulan disebabkan bulan berada dekat ke bumi dalam orbit bujurnya, gerhana separuh apabila bulan hanya menutup sebahagian daripada matahari, dan gerhana analus yang terjadi apabila bulan hanya menutup sebahagian daripada matahari dan cahaya matahari selebihnya membentuk cincin bercahaya sekeliling bayangan bulan yang dikenali sebagai 'corona'.

Gerhana matahari berlaku selama 7 minit 30 saat pada tempat yang paling lama. Ketika gerhana matahari, orang ramai dilarang melihat ke arah matahari secara langsung kerana ini boleh merosakkan mata dan mengakibatkan buta.

Bagi mereka yang beragama Islam, mereka digalakkan untuk melakukan Solat Sunat Gerhana ketika berlakunya gerhana.

p/s... ketika pertama kali melihat fenomena ini saya belum membaca artikel ini...astaghfirullahaladzhim...moga dijauhkan Allah dari segala yang tidak baik...Amin...

Armiza Nila

Subhanallah - Fenomena Gerhana Matahari di Kuching






























Enam Foto Fenomena Gerhana Matahari yang diambil di jalan Sultan Tengah, Petra Jaya, Kuching

Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar

Maha Suci Allah, Syukur ya Allah, Allah Maha Besar

Hari ini saya berpeluang melihat dengan mata kepala sendiri fenomena Gerhana Matahari di Kuching.

Seram sejuk tubuh saya melihat salah satu keajaiban Allah. Inilah kali pertama saya melihatnya semasa diberitahu rakan-rakan di pejabat.

Saya tidak melepas peluang untuk merakam foto bagi mengingati sejarah ini.
Mari kita berdoa kepada Allah dari segala kejahatan, malapetaka mahupun bencana dan berdoa untuk kebaikan seluruh penduduk bumi.

Semoga kejadian ini menginsafkan kita Maha Besar Allah, Maha Berkuasa dan Maha Pencipta-Nya.

Armiza Nila

Jalan Sultan Tengah, Petra Jaya, Kuching, Sarawak

Tuesday, April 01, 2008

Foto-foto sekitar Malam Baca Puisi 22 Mac 2008 di Tebingan Kuching anjuran Angkatan Pengkarya Indie [API]




















Foto-foto semasa deklamasi puisi Seniman Jalanan oleh Zacharia Manan, Yusuf Fansuri, Sinora Azma dan Abdillah SM. Foto saya sendiri tidak diambil kerana suami sibuk menjaga anak-anak yang turut ikut sama memeriah majlis.
Foto ramai-ramai diambil setelah selesai majlis baca puisi. Dalam hujan renyai, kami terpaksa berpayung sambil mendeklamasi puisi dengan semangat bara API!

Kegirangan anak-anak















Tiada yang lebih indah bagi anak-anak bila mereka bisa mengecapi kegirangan bermain sepuas hatinya.
Ahad yang lepas, saya dan suami membawa anak-anak melepasi segala kekusutan 6 hari terkurung di gubuk untuk mengecapi kegirangan yang mereka ciptakan. Kami ke The Spring Mall, Simpang Tiga - melewati Parkson Grand yang melakukan jualan murah yang agak baik untuk saya yang memerlukan sedikit keperluan diri.
Bagi 'Irfan dan Adib bermain di belon besar lagak taman permainan itu cukup memuaskan jiwa keanak-anakan mereka. Adib tanpa gentar naik turun belon besar itu sehingga terbatuk2 kerana sesak nafas - malam sebelumnya terpaksa mengepam bronkil akibat kahak yang kuat di Healthcare Clinic. Namanya naluri anak-anak tetap juga bermain. Irfan dan Adib nampaknya gemar berkawan. Ifah yang kecil hanya digendong mama dan sesekali ketawa bila dilepaskan untuk berjalan di lantai.
Kami menjamu selera pertama kali di Restoran Chicken Rice Shop. Dengan harga yang agak berpatutan dengan menu yang dihidangkan saya tidak menyesal menjamu selera di sini. Memang masakan Malaysia yang cukup enak. Kami memilih Family Feast yang bernilai RM55.99 ditambah dengan extra Roll menjadi RM73.45 untuk 3 orang dewasa dan 3 orang kanak-kanak. Bagi rakan2 yang belum ke sini, jangan takut untuk mencuba resepinya seperti Gado-gado, Chicken Rice, Wanton, Fishball Soup, Beef Stew, Chicken Curry, Assam Pedas Fish, Beancurd, Kerabu Manggo, Prawn Roll dan pelbagai jenis lagi makanan yang enak-enak.
Singgah juga sebentar ke Grand Supermart, Wisma Satok yang melakukan jualan murah setengah harga. Melihat lautan manusia yang menggerumuni pusat beli belah ini, saya dan suami hanya sempat mengambil dua pasang kasut sukan jenama Dunlop yang berjumlah RM79.90 setelah didiskaun 50%.
Pada waktu itu, anak-anaklah yang paling gembira dapat mengecapi kegirangan di samping kedua ibubapa yang sentiasa sibuk pada setiap lima atau enam hari bekerja.
30 Mac 2008 - The Sping Mall

Belajar dari bahasa air tangan


Butter dan Coconut Bun - Egg Tart dan Chicken Pizza yang dah masak hasil tangan Saya, Eda dan Yanti





Secuil dari sejumlah foto yang diambil ketika mengikuti Kursus Pendek Membuat Egg Tart, Pizza dan Bun di SATT Kolej anjuran KKKUC pada Sabtu, 29 Mac 2008

Hujung minggu yang lepas, tangan ini telah mempelajari sesuatu yang baru untuk dilatih dan dibersihkan dengan air yang bisa ditumpahkan ke selera suami dan anak-anak nantinya.

Berkesempatan mempelajari membuat egg tart, pizza dan bun merupakan pengalaman manis yang cukup indah. Kalau selama ini hanya mampu membeli di Mita Cake House atau Taka Cake House - insyaAllah lepas ini tangan ini sendiri yang mengadun, mengedoh lalu membakarnya menjadi makanan yang cukup enak.

Dengan bayaran RM20.00 pelbagai ilmu pembuatan roti telah dipelajari. Chef dari SATT Kolej juga amat sporting ketika menurunkan ilmu. Saya, Eda, Yanti, Mae, Diana dan Nor tidak melepaskan peluang ini. Kursus menjadi meriah oleh karenah kami yang berebutan mixer, mesin timbang dan oven.

Saya menulis entri ini sekadar mencatat sejarah yang bisa menjadi kenangan bila dah tua nanti. hahaha...

Tuesday, March 25, 2008

SURVIVAL PENYAIR WANITA SARAWAK

Survival Penyair Wanita Sarawak
Oleh Zachmanan

Perkembangan dunia kepenyairan wanita di Bumi Darul Hana ini agak perlahan. Dalam kiraan sedekad (1990-2000) , hanya beberapa penyair wanita saja yang mampu berdiri, tetapi itupun tidak bertahan lama.

Beberapa nama wajar disorot kembali dan dilihat keberadaannya; Puteri Adena Saila, Aina Abadi dan Sofia Acol Abdullah `berkubur tanpa nisan', penyair serba baru Rahayu Omar ternyata masih mengkal untuk disandarkan harapan besar, Maliah Adenan terlalu disibukkan dengan tugas birokrasi lantas malei, Hashimah Siri masih aktif, namun dalam momentum yang supra-perlahan.

Yang paling gah (barangkali) nama Sriwati Labot penyair kelahiran bandar Sri Aman yang pernah menjadi kebanggaan warga sastera tempatan (baca: Dewan bahasa dan Pustaka Sarawak) suatu ketika dulu. Beberapa karya puisinya dimenangkan dan sekali gus membangunkan ketersohoran namanya.

Namun entah kerana apa, nama Sriwati itu tenggelam dan akhirnya hilang begitu saja di persada sastera tempatan. Tiada lagi karyanya di dada akhbar, tiada lagi kelibatnya dalam aktiviti sastera. Tiada lagi Sriwati Labot !

Selepas itu saya mencongak, apa (siapa) lagi yang tinggal?
Penyair wanita veteran yang masih aktif sehingga sekarang hanya beberapa kerat saja. Lihat Latifah Shebli yang masih giat menurunkan buah inspirasinya. Dari semasa ke semasa, karyanya muncul di Utusan Sarawak.

Cuma saya sering menyatakan begini: semakin lama seseorang itu mengarang puisi, maka semakin bijaksanalah dia. Wise, wiser, wisest. Tetapi tidak begitu bagi Latifah. Secara umumnya saya pengkaryaan semakin merudum.

(Saya sedia untuk berforum dengannya berhubung hal ini. Bila?)
Maaf cakap !
Bagaimana pula senario mutakhir? Pastinya kemunculan nama-nama baru menjanjikan harapan yang besar (Moga-moga. Amin !). Pastinya mereka ini bakal memberikan ekspresi jiwa yang segar kepada penikmat sastera.

Ada antaranya yang sudah menerbitkan himpunan puisi sendiri, ada pula yang dalam proses penerbitan dan ada pula yang masih bertatih-tatih mengumpulkan karya yang bakal mengegarkan kita (sabarlah menunggu, katanya)

Contoh pertama, Rosaini Hiplee merupakan antara pelapis penyair wanita yang mempunyai potensi untuk dikembangkan. Himpunan puisi mutakhirnya ialitu Sari Rahsia Terindah merupakan manifestasi eksistensi Rosaini.

Membaca himpunan puisinya membuka satu tingkap baru ke dalam dunia kewanitaan yang penuh emosi dan syahdu. Menelaah himpunan itu membuka kita kepada pengertian hati seorang wanita yang halus dan tulus.

Welchasstauungnya terhadap diri, cinta, bangsa dan agamanya. Benar-benar menampakkan kematangan dirinya bukan saja sebagai seorang penyair tetapi juga seorang manusia yang manusiawi.

Namun demikian, Rosaini barangkali lebih bertuah kerana kedudukannya yang bertugas di Dewama (dan juga mantan kakitangan Dewan Bahasa dan Pustaka Sarawak).
Justeru, laluannya untuk pantas berkembang seperti telah diatur sedemikian rupa.

Berbeza dengan Armiza Nila (Maslina Mahbu) yang terpaksa melalui pahit-getir dunia kepenyairan sebelum namanya secara rasmi dinobatkan sebagai penyair wanita yang turut berpotensi besar.

Didalam dunia realiti, nama Armiza seakan-akan tidak wujud seperti dunia realiti itulah sekejam-kejam dunia yang membunuh eksistensi Armiza. Walau apapun yang dilakukan masih tidak memadai untuknya berkembang.

Hanya sekali saja namanya berkumandang iaitu ketika diangkat sebagai penerima Hadiah Penghargaan Penulis Sarawak 2005 melalui puisinya yang berjudul Bahasa Kepada Lelaki.

Selepas itu, tiada lagi gema namanya di dunia main stream sastera tempatan. Namun didalam dunia maya (virtual) nama Armiza Nila merupakan satu penyataan serius dunia kepenyairannya.

Melalui blognya Basah Dalam Setitik Nila, Armiza mengungkapkan persoalan yang mencakupi hubungan horizontal dan vertikal dirinya. Sekali-sekala terasa benar sensitiviti wanita menguntum bersama Armiza.

Armiza harus terus likat mencarigali kreativiti yang ada, sumur tanpa dasar itu. Selanjutnya Armiza harus membugar kemampuannya sehingga ke tahap maksima.

Paling penting Armiza harus membongkar kesejatian dirinya tanpa perlu mengambil acuan daripada penyair-penyair lain. Saya secara peribadi amat menyenangi puisi-puisinya yang padat dan bernas itu.

Kini, beberapa hari yang lalu saya amat bertuah kerana punya ruang dan peluang bertemu dengan seorang lagi pelapis penyair wanita yang saya fikir mampu pergi lebih jauh lagi.
Namanya Farid-Iman !

Saya telahpun menelaah sebuah karya terbaiknya iaitu Airmata Iman (karya itu telah disiarkan di sebuah akhbar tempatan Sarawak) dan melihat kemampuan daya cipta nama baru ini.

Farid-Iman masih baru dalam dunia kepenyairan tetapi intensitas dirinya amat terasa benar, stamina terasa terolah dengan baik dan paling penting daya perenungannya tajam.

Melalui sajak terbarunya itu, dia mengungkapkan persoalan besar yang semakin menuntut perhatian kita iaitu kemacetan institusi kekeluargaan yang jika tidak ditanggapi dengan baik akan menghancurkan strutur masyarakat.

Idealisme Farid-Iman melalui gambaran hubungan simbiosis sang ibu dan anaknya adalah satu pegangan yang tinggi dan muluk yang sewajarnya difikirkan dan diambil iktibar
Perenungan seperti ini amat diperlukan tertutamanya daripada seorang penyair wanita seperti Farid-Iman. Beliau ialah contoh a new breed of poet yang didalam dirinya terkandung kualitas penyair-pemikir.

Pendekatan bahasa yang mudah, lurus, ekonomis dan seakan-akan ketandusan bumbu sastera menjadikan puisi Farid-Iman berada dalam posisi kewujudannya tersendiri. Ia punya formasi kesenian yang unik.

Puisi yang menuju jalan yang benar, puisi yang membangun kejadiannya didalam benak fikiran, puisi yang menampakkan kelibat kejujuran seorang manusia-penyair yang sebenar-benarnya.
Bukan yang bertopengkan kata-kata puitis (tanpa halatuju yang jelas dan bernas) dan semata-mata untuk menyenangkan audiencenya.,mengglorifikasikan dirinya. Bukan itu sewajarnya.
Kini dikhabarkan Farid-Iman akan muncul dengan sebuah himpunan puisi berjudul Sajak Ikan Koi. Himpunan itu mengandungi 21 buah sajak mutakhir daripada beliau yang pastinya akan mencabar pemikiran penikmat sastera.

Namun Farid-Iman (dan Armiza Nila) barangkali sedikit menderita kerana terpaksa memilih the road not taken (judul daripada puisi Robert Frost) untuk langsungan survival dunia kepenyairan mereka.

Dari Armiza Nila ke Farid Iman, terletak harapan kita untuk melihat lahirnya barisan penyair wanita yang mampu berdiri di peringkat tertinggi. Mampu menatap wajah Siti Zainon Ismail sebagai teman.

A new breed of poets, Armiza Nila dan Farid-Iman dan API

[petikan rencana yang disiarkan di ruangan Anak Seni akhbar Utusan Sarawak, Isnin, 24 Mac 2008 diambil dari Laman Sastera_Sarawak]

Monday, March 24, 2008

Baca Puisi API setelah dua tahun...



[ihsan foto dari blog marsli n.o.blogspot.com]
Malam Ahad- 22 Mac 2008 jam 8.00 hingga 9.30 malam, Kuching Waterfront yang basah disirami renyai2 hujan [seakan merestui bara api para penyair muda Angkatan Pengkarya Indie - API] - menyemarakkan malam yang tenang dengan acara Baca Puisi Seniman Jalanan.


Setelah dua tahun, acara itu kembali membakar Tebingan Kuching yang sunyi dengan aktiviti Sastera. Antara kerabat API yang membaca puisi malam itu ialah saya sendiri sempat mendeklamasi puisi saya Bahasa Kepada Lelaki, Halimunan Sejarah karya Marsli NO dan Airmata Iman karya Farid-Iman. Kerabat Api yang lain ialah Sepawi Kelondet, Zakaria Abdul Manan, Yusuf Fansuri, Sinora Azma dan Pena Alam. Dan penyair tersohor Sarawak juga turut menyumbang baca puisi iaitu Abdillah SM.
Foto dan video tidak dapat diattach di sini kerana ada masalah teknikal.
Apa pun, saya cukup puas dengan acara malam tersebut. Baca puisi di halaman rakyat untuk rakyat mendekati hati nurani rakyat.
Armiza Nila melaporkan dari Kuching [22 Mac 2008]

Mengapa Ada Benci

Mengapa ada benci
setelah datang kemesraan

kejelekan yang berciciran
telah dilapsirnakan
sebersih seputih salju turun pertama
dari langit suci

mengapa ada benci
ada dengki
setelah kemewahan menyarung dalam diri
sadarkah
semua itu tidak abadi
hanya Dia milik mutlaknya

dan kita
adalah peminjam
yang memajakgadaikan
seluruh hidupnya
menghirup manis
yang disangka enak semata

mengapa ada benci
setelah kesumat dilumat dari kenang

duhai kalian
senyumlah jika itu kemenangan
biar jadam dikunyah telan
kebenaran akan menyusul
tika hijab langit terbuka

hati
isi
hiasi peribadi
tika harta sepi
tanpa penghuni!

Armiza Nila
24 Mac 2008

Wednesday, March 19, 2008

Hari Keputeraan Nabi Muhammad S.A.W

Selamat menyambut "Maulidur Rasul" kepada seluruh umat Islam dunia.

Moga diberikan ruang waktu bagi memperingati hari keputeraan Nabi Muhammad S.A.W bermula pada malam ini.

Sama-sama kita memanjangkan salawat ke atas Rasul, keluarganya, saudaranya dan sahabat-sahabatnya.

Allahummassali'alasyaidinaMuhammad wa 'alaali Muhammad.

Kepada seluruh umat Islam, marilah kita berganding bahu hidup di dunia yang sementara ini berbekalkan Al-Quran dan Al-Hadis Rasul Muhammad S.A.W.

Daripada Armiza Nila sekeluarga - Kuching

Monday, March 17, 2008

'Luka yang dicuka'




Tahukan betapa perit rasanya. Luka yang sedia ada disimbah cuka. Menggigit-gigit sampai ke tulang sumsum. Lalu terseram sejuk terangkat-angkat sekalian bulu roma.


Bisakah sang kerdil ini mengubah perilaku orang lain yang sudah masak dalam sekujur jasadnya yang dibaluti hatinya dengan segumpal darah bara itu.


Pahit jadam dikunyah jua. Antara manis, masin, pahit dan masam sudah tiada bezanya. Umpama orang demam yang hilang deria rasanya.
Sekian hari seperti mengasak-asak ladangnya. Laksana peluru yang tidak sabar dilepaskan dari kelongsongnya tepat mengenai sasaran.
Sudahlah. Sudahlah. Sudahlah. Hati dan lidah saling berbahas. Cuba memberhentikan. Namun apa kuasanya untuk mengatakan tidak tatkala ia datang jua.
Kembali ke sebermula. Ya, hanya Dia yang mengerti. Sudah janji-Nya - memberi ujian sekadar mampu hamba. Bukan menyeksa. Bukan menekan. Menimbang kematangan! Menghadapi kenyataan!

Wednesday, March 12, 2008

Wahai hati, ucap diri



wahai hati

dengarlah :

ucap diri

meski berdiri

tegap sebatang tubuh

kecundang ia

tatkala dipanah nista

ingatlah :

pujuk diri

tikaman demi kecaman

laksana busa

mencuci jelaga

penuh setia

wangikan kasturi

di mandala istana

binakan kubu

dari imanmu

baiki akhlak

pakukan benci

sirnakan setanggi

semerbak bidadari

manis terpuji

layarkan impian

ke samudera pasti

janji Nya dipegang

amanah Nya dipelihara

dilindungi

saat kau minta :

berkali-kali.

Armiza Nila

Semariang Batu, Kuching

12 Mac 2008

[sebuah puisi armiza nila]

Friday, March 07, 2008

Karya dari Penulis Seberang

[ ihsan foto dari Eka Kurniawan Project]


Saya tidak tahu apa yang harus saya tulis.


Saat bakal menghadapi peperiksaan PTK, fikiran saya digugah untuk memberi waktu pada study. Namun sebagai ibu yang punya anak2 kecil yang memerlukan perhatian penuh pada sebelah malamnya kesabaran saya sering saja diuji. Tuhan, mohon diberikan waktu biar di saat-saat akhir...


Kebelakangan ini, jiwa saya merasa aman sekali tatkala dapat menatap karya2 dari penulis muda Indonesia yang begitu gah nama mereka. Terima kasih Roslan Jomel kerana memperkenalkan sebaris nama mereka seperti Eka Kurniawan dan Agus Noor yang sempat saya lawati laman mereka.


Cerpen Agus Noor - Permen - asyik sungguh saya membacanya. Saya seakan-akan berada di jalan-jalan Pontianak ketika membaca cerpen itu [mengingat kembali kembara saya ke daerah itu] dan mengalami sendiri apa yang ditulis penulis biarpun subjeknya bukan permen [sejenis gula-gula kah?]. Betapa penyair ini begitu halus penelitiannya sehingga menyentuh bab-bab penderitaan yang dialami oleh orang2 kecil di daerahnya. Alhamdulillah, minda saya terbuka dengan pembacaan karyanya ini.


Harapan saya penulis2 muda di Malaysia amnya dan Sarawak khususnya bisa menampilkan karya berbau serupa tanpa takut atau getir periuk nasi mereka digantung atas para yang tinggal abu...


Mudah2an juga semangat saya turut ditiupnya....:-)
p/s...cerpen La Cage aux Folles Eka Kurniawan ini belum usai saya hadami, ulasannya dikemudiankan.

Thursday, March 06, 2008

Undi Pos

Seumur hidup saya [yang sudah berkali menjadi pengundi di kampung sendiri, inilah kali pertama nama saya didaftar bersama suami untuk undi pos.

Jam 7.00 pagi saya menuju tempat mengundi, tapi kecewanya proses pengundian bermula jam 9.00 pagi. Maka berbondong2 lah para pengundi baik petugas, perempuan2 bersama suami mereka dan termasuklah para ibu yang turut mengendong bayi kecil mereka.

Sedih saya melihat keadaan ini.

Cuma pengalaman ini, sedikit membuka mata saya cara mengundi pos.

Wednesday, March 05, 2008

Kerana Buku

ihsan foto dr web PALASARI Toko Buku Online


Oh...inikah namanya nikmat pencinta buku.

Kumpulan Cerpen Kekasih Sam Po Bo - Faisal Tehrani usai saya baca. Kesemua cerpen yang terkandung di dalamnya amat memuaskan hati saya. Dari unsur agama, humor, pemberotakan dalam jiwa terhadap isu2 semasa negara mahupun luar negara ditambah dengan ilmu pengetahuan yang baru - Faisal cukup bijak berkata dalam karyanya. Saya memang sudah lama meminati karyanya sejak kali pertama berjumpa di Merdeka Palace semasa Dialog Kalimantan Borneo sekitar tahun 2000 dan mendapatkan buku Kumpulan Cerpen Underground bersama Azman Ismail[kalau tak silap saya] dan novel Perempuan Politikus Melayu.

InsyaAllah, saya akan mendapatkan buku2 Faisal yang lain yang semuanya hot-hot belaka bunyinya.

Tiada yang lain bagi pencinta buku tatkala buku2 penulis yang diminatinya sampai ke pangkuan. Cuma ruang dan waktu lagi yang menjadi batas untuk keberlangsungannya membaca.

Saya sebenarnya gembira kerana selain Ujana Ilmu, rakan2 penulis di Semenanjung sanggup menghantar melalui pos buku2 mereka yang saya mahukan segera. Setakat ini, saya sudah berurusan dengan empat orang penulis itu - Serunai Faqir, Prof Muhd Kamil Ibrahim, Zalimatunura Isa dan Marsli NO. Mana tahu selepas ini saya akan berupaya berinteraksi dengan sihat antara penulis2 Semenanjung yang lain.

Cuma, sekarang ini, saya belum berpeluang mengulas satu-satu buku yang sudah saya hadami itu.

Monday, March 03, 2008

Shopping Mall baru di Kuching

Boulevard Shopping Mall terletak di Batu Tiga manakala The Spring Shopping Mall bertempat di Simpang Tiga, Kuching.

Saya, suami dan dua anak lelaki kami sempat ke Boulevard beberapa hari selepas pembukaannya. Mendapatkan parking lot saja sudah mengambil masa hampir 1 jam, inikan pula nak bershopping sakan pada sebelah malam.

Kami hanya ke Hypermarket Boulevard sahaja malam itu. Terasa lenguh kaki saya berjalan mengeliling Hypermarket terbesar pernah saya kunjungi itu. Itu belum lagi ke seluruh tingkat.

........................

Semalam (Ahad), saya dan suami ke The Spring Mall. Tujuannya nak ke MPH. Wow! Besarnya kedai buku ini. Saya hanya sempat mengambil dan membayar My Early Learning Book anak saya yang didiskaun 50% menjadi RM16.45 itu. Hanya tinggal Judul Animal saja - saya tiada pilihan lain!

The Spring macam pergi Menara Berkembar di KL. Keluasannya entah berapa ekar. Saya juga sempat ke Parkson Grand - mencari dan membeli Track Suit untuk fitness training.

Friday, February 29, 2008

UpTempo Fitness....

Hari ini, petang nanti selepas waktu pejabat, saya akan memulakan latihan aerobik di Fitness Training...

hm....jgn salah anggap - saya mahukan kesihatan yang baik agar bukan saja cemerlang dalam kerjaya tapi sihat untuk terus berkarya..

:-)

Muhammad Adib Nifail Yang .....




...comel - mama lahirkan dengan bermacam risiko sehingga terbetiknya sebuah puisi berjudul dari Kamar Neo Natal - beratnya ketika keluar dari rahimku 4.10 kg. MasyaAllah, hampir2 saja saya dibedah kerana beratnya yang melampau.
Mama amat menyayangi Adib sepertimana mama menyayangi 'Irfan dan Ifah. Adib sungguh! lain daripada anak2ku yang lain.
Tumbesarannya sungguh istimewa. Lahir pada 01 September 2005 sehari selepas 31 Ogos...perkembangan Adib begitu cepat. Adib berjalan ketika usia 11 bulan tetapi lambat tumbuh gigi dan kesannya gigi Adib sungguh kuat dan bersih.
Belum sampai 2 tahun Adib sudah petah bercakap. Sungguh cerdik otaknya dan sungguh cerdas pula tingkahnya. Saya sering saja teruja dan terduga oleh olah Adib.
Saya memberikan namanya Muhammad yang bermaksud Yang Terpuji - Adib yang bermaksud Sasterawan - dan Nifail yang bermaksud Pemberian. Zacharia pernah berkata cantik nama tu maksudnya Sasterawan terpuji yang amat pemberi....Hmmmm.....saya tersenyum mendengar komen Zach.
Tatkala saya mengandung Adib semangat saya berkobar2 dan gerak laku saya selalunya di luar kebiasaan. Saya belajar memandu ketika mengandung Adib seawal 3 bulan sehinggalah 7 bulan. Saya hendak mengambil ujian memandu sebelum melahirkan Adib tetapi tidak dibenarkan Cikgu Zamri - bimbang kerana semasa 7 bulan itu saja perut saya sudah membesar macam cukup tempoh melahirkannya sehingga menyentuh stering semasa memandu. Akhirnya saya mengambil ujian memandu selepas usia Adib 42 hari. Entahlah, semasa mengandungkan Adib saya semacam ada kekuatan yang luar biasa dalam banyak keadaan. Saya semacam berani untuk mencuba apa saja yang saya takut sebelum ini.
Kini Adib sudah 2 tahun enam bulan. Semasa saya mengaji, Adib turut mengikut irama dan lagu ngaji saya. Bila saya bagi Muqaddam, petah saja Adib mengajuk Alif, Ba, Ta mengalahkan abangnya 'Irfan.
Adib juga suka menyanyi. Dia tidak dapat mendengar radio kereta berbunyi. Pasti Adib akan turut menyanyi. Di rumah mak, beliau pernah berkata, "Dib, jangan nyanyi kuat2 nanti daun rokok apung makwa tak kering kalau hujan turun dengar Adib nyanyi". Saya tersenyum mendengar cerita pembaantu saya.
Adib juga suka bermain dengan adiknya Ifah. Dia geram dengan Ifah. Mula2 baik saja main, lama2 digigitnya tangan adiknya...Adib juga suka bergusti dengan Irfan. Sampaikan tak tertahan abangnya digustinya.
Adib...Adib....sekarang Adib dah mula mau membaca...dia suka suruh saya baca buku Dicakar Hantu oleh Zalimatunura Isa...
Mama berharap, suatu hari Adib jadi orang berguna - petah berpidato macam mama semasa zaman sekolah, menjadi deklamator, suka membaca dan mesra dengan orang ramai - itupun kalau Adib mahu. Cuma satu, kalau Adib boleh jadi Ustaz [Pendakwah], mama lagi bangga kerana dapat meneruskan cita-cita mama yang terbengkalai suatu ketika dulu. Amin...


Thursday, February 28, 2008

Cinta Buku







(Sumber foto dari blog Duniahatiku - Zalisamaz)

Alhamdulillah, berkat berkawan dengan penulis, akhirnya buku2 di atas selamat sampai di pangkuan saya semalam. Terima kasih yang tidak terhingga atas kemurahan hati Zalisa Maz menunaikan permintaan saya.
Ilustrasi dalam buku kanak2 ini amat menarik perhatian anak2 saya yang berusia 2-3 tahun. Malam tadi sempat saya membaca bab Dicakar Hantu dengan suara dan gaya yang cukup menarik perhatian anak2 saya untuk mendengarnya. Berkesan juga tulisan Zalisa ni pada jiwa anak2 kecil saya.
InsyaAllah, selesai baca kesemuanya akan saya ulas satu persatu. Dan untuk Zalisa Maz semoga ukhuwah ini berkekalan demi perkembangan bidang penulisan di Malaysia tanpa mengenal dari negeri mana kita berasal.
Kuching, Sarawak

Thursday, February 21, 2008

Ziarah Penulis 2008 (1)

[foto Dahiri hasil tangan pelukis Indonesia]
[foto Dahiri]

[bersama suri Dahiri]


[bersama Dahiri di laman mahligainya]





[Dahiri Saini]


Pada hujung bulan Januari yang lalu, saya sempat mengunjungi penulis Dahiri Saini di terataknya di Kg Sindang, Kota Samarahan.

Terima kasih saya ucapkan atas layanan mereka suami isteri dan anak-anak akan kehadiran saya bersama suami yang spontan itu. Sempat saya membeli naskhah Drama Jeda Nur Iman namun belum habis saya mengkhatamnya.

Dahiri Saini - salah seorang penulis Sarawak yang prolifik dalam dunia kepenulisannya. Beliau punya kekuatan yang luar biasa seperti menjadi-jadi pula tulisannya akhir-akhir ini. Siapa yang tidak cemburu akan kekuatannya termasuklah saya.

Sempat saya ambil foto bersamanya. Dengan masa yang agak terbatas, tidak banyak yang saya dapat dari pengalaman penulisan Dahiri. Apa pun, sebagai sahabat, saya akan tetap menyokong perjuangan penulisan rakan2 tak kira apa pun pegangan mereka demi memeriahkan sastera Darul Hana.

Berdiam

Di kala orang lain lebih banyak bicaranya
aku memilih diam

pada waktu mereka lebih enak bercerita
aku menjadi pendengarnya

mulut tertutup terkunci
tapi hatiku tetap berkata-kata

mudah-mudahan ada cahaya keinsafan
yang menyelinap masuk
mencuci jelaga
yang mencemar cakerawala kewanitaanku

di kala mereka asyik ketawa
aku hanya tersenyum
pada saat mereka terbahak berseloka
aku masih tidak upaya bermadah pujangga
menyanggah kekurangajaran
kehaiwananan yang merasuk kemanusiaan

kala ini
betapa kerdilnya aku
tatkala aku hanya mampu menulis
apa yang terpampang di depan mataku

betapa lemahnya aku
kerana tidak mampu bersuara
menewaskan kelantangan mereka.

p/s...sekadar tulisan semata

Thursday, February 14, 2008

Tuhan, larutkanlah hati

Tuhan,
larutkanlah hati
demi cinta

pintaku tiada lain
bermanis-manis selalu
akal di atas kepala
bukan nafsu merajalela

waras fikir
tumpah ego
demi cinta mani

Tuhan,
larutkanlah hati

dirangkul hawa seindah budi
kalahkan diri
di puncak akal
menjawab keluhan
terlanjur leteran

sayang
sayang
sayang
mahligai sudah terbina
mutiara indah berkeliling
bersihkanlah ia sentiasa
nilainya tiada tara

Tuhan,
larutkanlah hati
selembut sutera
seharum kasturi
menuju syurgawi...

Sebuah puisi Armiza Nila dari tulus hati.

Tuesday, February 05, 2008

kekangan

buat beberapa minggu ini, saya dihambat kekangan tugas yang maha segera.

saya tidak punya ruang yang tenang untuk saya menulis/mengemaskini blog.

tambahan pula saya hanya di layar maya ketika waktu pejabat Isnin hingga Jumaat sahaja.

banyak entri yang ingin saya perturunkan di sini, insyaAllah di lain ketika akan saya tulis juga pengalaman saya itu.

saya sudah semacam dipetir perhatian penulis2 besar yang lain untuk membangun semangat saya menulis dalam genre selain puisi yang sudah begitu sebati dengan jiwa saya.

tahun lepas, saya bersyukur kerana satu-satunya puisi saya yang tersiar di dada akhbar ialah Mutiara Jiwa Bonda di Utusan Borneo.

terima kasih DBPCS. terima kasih UB. terima kasih merah sugi. ada ruang terbitlah lagi.

untuk tahun 2008, saya mensasarkan untuk menambah lagi bacaan bagi menghasilkan penulisan yang lebih bermutu dan dapat diterima ramai. saya membaca. saya menulis. tapi, saya bukan pengkritik. saya hanya menyampaikan...wallahu'allam.

Friday, January 25, 2008

Saya tidak mahu lagi bergelar Sasterawan Negara - A. Samad Said


A. Samad Said


Sebenarnya, saya tidak mahu menulis entri ini - Isu Komsas yang begitu banyak diperkatakan penulis-penulis sastera kreatif di blog2 mereka.

Saya antara yang risau dengan tindakan PPK itu.

Apa pun, kerana Pak Samad sendiri pun telah mengambil tindakan, apatah lagi kita yang kecil ini.

Ikutan petikan dari Utusan Malaysia ini :-

“SAYA kini mantan Sasterawan Negara dan tidak mahu lagi menggunakan gelaran tersebut. Saya juga tidak akan menerima sebarang jemputan ceramah atau program berkaitan Komponen Sastera Dalam Mata Pelajaran Bahasa Melayu (Komsas).

“Mungkin saya lebih selesa bergerak atas nama individu dalam kegiatan-kegiatan sastera dan jika ada jemputan, lebih baik atas nama peribadi,’’ kata Sasterawan Negara, Datuk A. Samad Said.

Beliau menegaskan, tindakan tersebut merupakan aksi demi masa depan generasi sastera dan dunia kreatif di negara ini yang kelihatan semakin terpinggir.

Ia berkaitan dengan desas-desus terbaru bahawa karya-karya Sasterawan Negara dan penerima Anugerah Penulisan SEA (SEA Write Award) tidak akan tersenarai sebagai buku yang dicadangkan untuk teks baru Komsas bagi sekolah menengah yang disemak semula dan dijangka digunakan pada 2010.

Selain itu, semakan tersebut juga tidak menyenaraikan puisi, cerpen, novel dan drama dari pemenang Hadiah Sastera Perdana Malaysia (HSPM), hadiah sastera peringkat negeri dan swasta.

Kementerian Pelajaran telah mengumumkan baru-baru ini untuk menukar teks sastera sekolah dengan novel-novel remaja popular seperti karya Ahadiat Akashah.

Antara alasan yang dikemukakan oleh Pusat Perkembangan Kurikulum (PPK), Kementerian Pelajaran ialah sebahagian teks sedia ada terlalu berat dan tidak sesuai untuk pelajar di peringkat sekolah menengah.

Sebaliknya, karya-karya popular yang banyak beredar di pasaran tempatan hari ini dapat mengurangkan tekanan dan kebosanan yang dihadapi oleh pelajar.

Hingga kini antara pengarang karya popular yang disenaraikan ialah Ahadiat Akashah, Zaid Akhtar (Mohamad Yazid Abdul Majid) dan Sharifah Abu Salem.

Tersebar

“Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) kata, perkara ini (tidak menyenaraikan karya Sasterawan Negara) belum diputuskan dan belum muktamad lagi tapi ia telah tersebar.

“Sebagai tindak balas (tidak menyenaraikan karya Sasterawan Negara), saya ada aksi dan tindakan sendiri. Saya tidak akan benarkan ia berlaku begitu sahaja, demi masa depan sastera tanah air,’’ tambah beliau.

Ketika meluahkan perkara tersebut di majlis baca puisi dan naskhah Kata Suara di Galeri RA, Kuala Lumpur baru-baru ini, A. Samad turut menegaskan para pengarang mesti berani mempertahankan hak mereka.

Dalam erti kata lain, seseorang pengarang tidak hanya tahu menulis tetapi juga berani bersuara tentang masa depan bangsa serta negaranya sama ada melalui karya kreatif atau sebaliknya.

Beliau sebagai pengarang yang lebih empat dekad bergelumang dengan dunia kreatif berpendapat, pemilihan karya-karya picisan sebagai sesuatu yang cukup berbahaya kepada pembentukan generasi baru.

Di satu sisi, penggunaan bahasa Melayu yang bersifat rojak (di selang-seli dengan bahasa Inggeris) dan beberapa istilah bahasa pasar dikhuatiri bakal meminggirkan bahasa itu.

Di sisi lain, mesej-mesej `remaja’ yang dimuatkan dalam karya-karya tersebut mungkin akan memberi impak negatif kepada para pelajar sekolah.

Kita tidak tahu, sejauh mana merajuknya A. Samad tentang peminggiran karya Sasterawan Negara, penerima SEA Write Award dan pemenang HSPM tersebut. Namun, nada suara kecewa dan sedih yang dilontarkan pada majlis tersebut cukup untuk menjawabnya.

Sementara itu, program sulung Kata Suara tersebut menghadirkan penyair, penyanyi lagu puisi dan penulis blog daripada pelbagai kaum serta latar belakang kerjaya.

Seperti yang diungkapkan oleh Pengarah Galeri RA, program bulanan tersebut bertujuan memberi peluang untuk semua penulis menonjolkan kebolehan masing-masing.

Pada majlis tersebut, penulis Fazli Ibrahim membaca eseinya yang mengisahkan pengembaraan ke Kaherah, Mesir yang turut menemukan jejak-jejak kepengarangan pengarang besar negara itu, Naquib Mahfouz.

Patricia Low pula membaca puisi dan naskhah monolog Durian yang mengutarakan kritikan sosial terhadap pihak tertentu yang terlalu memikirkan nama dan status.

Dalam pada itu, Rahmat Harun pula menyanyikan lagu puisi Hari-hari Adalah Assyura, Mana-mana Adalah Karbala dan Blues Naik Minyak manakala Haris Zulkapli pula membaca esei The World According to Rock Star dan sebuah lagi esei tentang kritik sosial.

Pada majlis tersebut, Ted Mahsun membaca sebuah cerpen berbahasa Inggeris yang mengangkat tema kedai kopi dan Sungai Rokam, Perak.

A. Samad Said ‘menutup’ majlis tersebut dengan membaca puisinya Suara Dari Dinding Madrasah yang mengangkat tema tentang isu sekolah-sekolah agama di negara ini.

Armiza Nila

[sedih kerana semakin hari seolah-olah sastera kreatif semakin dipinggirkan yang kononnya amat berat diterima akal pelajar-pelajar sekolah menengah. Dulu, saya juga pelajar sekolah yang menekuni sejumlah banyak karya kreatif Sasterawan Negara dan penulis2 terkenal negara, tetapi saya tidak pernah merasakan ia berat untuk dihadam malah saya skor A1 dalam subjek Kesusateraan Melayu SPM 1992.]

Wednesday, January 23, 2008

Sumpahan Parasit

Sumpahan apakah yang tertumpah di mahligai-nya. Saat dia mengulum segala kebobrokan dalam tenggoraknya dari pecah keluar melalui salur halkumnya. Biar bergelumang kekotoran itu berbaur dalam isi perutnya. Biar pecah perutnya dek menahan segala jijik dari nyata.

Dura apakah ini yang menggelongsor enak di dada kamus hidupnya?

Saat air mengalir dan pergi surut pasang semahunya, terdayakah dirinya menahan ombak
yang datang tanpa diduga itu.

Kini, menghempas pantai hatinya yang semakin remuk oleh rebak hanyut yang tiada sifat ihsannya.

Berlalu ia pergi, datang dan pergi semahunya.

Tanpa menoleh cahaya yang mahu menyelinap di kegelapan ruang cakerawala.

Tuhan, bukakan jalan.

Mencongak, menafsir, meyakinkan diri.

Mencorak masa depan dengan lebih akal dari nafsu.

Tuhan, bisakah pohon tempat tumpangan menahan segala kejelikan yang bersarang di sekeliling.

Redha - sudah jadi teman sepermainan tatkala menerima kehadiran yang menjadi sumpahan.

Entahkan sampai bumi hapus dari atmosfera - mohon simpati-Mu mohon empati-Mu, berilah dia walau secarik peluang.

Menghirup Maha Kasih-Mu, menikmat Maha Ampun-Mu, Mengongsi Maha Penyabar-Mu.

Armiza Nila
Gubuk Lembayung Senja
23 Januari 2008

Tuesday, January 22, 2008

Alhamdulillah - semakin usia menganjak waktu, Allah berikan petunjuk dan hidayahNya

Bismillah .

Alhamdulillah, saya telah mendapat petunjukNya hari ini, di saat hati saya meronta-ronta mencari kebenaran dalam mana usia semakin meninggalkan waktunya. Saya salah seorang pemegang akaun ASB dan sejak beberapa bulan yang lalu terdetik di hati saya untuk membuat pinjaman Bank (RHB Bank) untuk membeli saham ASB. Bila sudah lulus masa promosi hari Merdeka ke - 50, saya menolaknya bila mendengar kawan2 yang bercerita akan kerugian sebenarnya meminjam melalui Bank untuk melabur di ASB. Tahun baru muncul, dengan azam baru saya ingin memohon semula pinjaman melalui RHB bank itu untuk melabur ASB bila melihat dividen yang didapat oleh adik saya sebanyak RM800.00 untuk RM10,000.00 yang dilaburkan ke ASB. Entah mengapa ada-ada saja halangannya dalam proses pinjaman itu. Masalah slip gaji lah, masalah pinjamanlah. Dan saya berjanji akan menghantar payslip terbaru untuk membuat pinjaman ASB itu.

Alhamdulillah, hari ini saya mendapat hidayahNya melalui blog Ustaz Zaharuddin yang telah memecahkan keraguan dan memberi ketenangan kepada saya tentang ASB ini. Selepas ini, saya akan berhentikan potongan gaji untuk ASB yang dibuat setiap bulan dan akan menutup terus akaun di ASB dan sekaligus membatalkan permohonan saya itu buat kali kedua serta menabung di bank-bank Islam yang lain.


Saya sebenarnya benar2 terharu, kerana semakin hari semakin banyak petunjuk dari Nya untuk saya menghijrahkan kehidupan saya kepada Islam yang sebenarnya.

Semoga Allah terus mendengar permohonan hamba-Nya yang kerdil ini untuk mencapai ke makrifatNya. Amin.

[Bacalah petikan dari laman web www.zaharuddin.net]

Perbincangan Hukum Pelaburan ASB

: Versi Kemaskini

Oleh

Zaharuddin Abd Rahman

www.zaharuddin.net

Hukum Pelaburan Amanah Saham Bumiputra telah diperdebatkan sejak sekian lama dan ia juga mendapat respond berbeza dari majlis Fatwa negeri-negeri di Malaysia.

ASB?

Apa yang akan saya nyatakan di sini adalah semata-mata pandangan peribadi dan ia bukannya fatwa dan hukum yang putus bagi orang ramai. Ia merupakan satu pandangan yang dilihat dari sudut akademik dan fakta yang ada disekeliling kita.

1) Pandangan Yang Mengharuskan

Antara yang mengharuskan adalah Majlis Fatwa Perak, Majlis Fatwa Sarawak dan beberapa tokoh akademik.

Teks keputusan fatwa Perak berbunyi [1] :-

Untuk makluman tuan mesyuarat jawatankuaa syariah perak yang berlangsung pada 1 Ogos 1992, membuat keputusan berdasarkan pendapat terbanyak serta dengan alasan-alasan syarak yang dikemukakan adalah seperti berikut :

"Bermuamalah dengan skim ASN dan ASB adalah harus dan segala keuntungannya berupa dividen atau bonus hukumnya HALAL".

Antara alasan-alasan yang dikemukakan ialah :

1. Penglibatan umat Islam dengan skim ASN dan ASB yang ditaja oleh kerajaan begi membiak, mengembang dan meningkat ekonomi orang Islam di Negara ini yang bermuamalah atas jalan ‘Qirad. Apabila didapati pelaburannya kepada yang halal lebih banyak daripada yang haram hukumnya adalah HARUS sepertimana nas yang terdapat didalam kitab.

a- Ihya Ulumiddin

b- Al-Fawaid al-Janiah Fi Al-Ashbah Wa An-Nazair ‘Ala Mazhab As-Syafie

2. Kedudukan ekonomi anak bumi khasnya umat Islam di negara ini dalam keadaan tenat dan sampai ke tahap darurat. Darurat yang dimaksudkan itu ialah dilihat dari aspek. ekonomi umat secara berkelompok bukan dari sudut individu.

Teks fatwa Negeri Sarawak pula berbunyi [2] :-

Ahli mesyuarat bersependapat bahawa bermuamalah dengan skim ASN adalah harus dan hasil yang diperolehi daripadanya (dividen atau bonus) adalah halal. Amanah Bumiputra ASB pelaksanaannya sama seperti ASN yang dahulu (sebelum diurusniaga di dalam Bursa Saham Kuala Lumpur (BSKL) bahkan ia adalah kesinambungan kepada ASN bermuamalah atau melabur saham kepada ASB adalah juga harus dan hasil keuntungan daripadanya adalah halal. Tidak harus bagi seseorang itu meminjam wang secara berfaedah yang bertujuan untuk membolehnya membeli saham (ASB & ASN)

1. Fatwa Yang Mengharamkan

Antara fatwa yang mengharamkan adalah Majlis Fatwa Selangor. Teks mereka adalah seperti berikut [3] :-

1. Ahli Jawatankuasa Perunding Hukum Syara' (Fatwa) telah membincangkan perkara di atas dengan penuh teliti dan panjang lebar dan mengambil keputusan seperti berikut :

1.1. Zakat Daripada Wang Bonus Dan Dividen ASB
Keputusannya :
" Wang bonus dan dividen yang diterima daripada hasil pelaburan ASB adalah tidak diwajibkan zakat kerana pelaburan bercanggah dengan hukum syara' "

1.2. Bolehkah wang digunakan pergi menunaikan Haji ke Tanah Suci Mekah
Keputusannya


" Ahli Jawatankuasa yang hadir bersetuju memberi pandangan bahawa oleh kerana pelaburan ASB pada masa ini, terdapat pelaburan di tempat-tempat yang bercanggah dengan hukum syara', maka ia tidak diharuskan sehingga pihak ASB membersihkan dan tempat-tempat tersebut.

Ahli Jawatankuasa Perundingan Hukum Syara'(Fatwa) yang hadir bersetuju memberi pandangan bahawa. oleh kerana pelaburan ASB pada masa ini terdapat pelaburan di tempat-tempat yang bercanggah dengan hukum syara'. maka ia tidak diharuskan sehingga pihak ASB membersihkan dari tempat-tempat tersebut.

Demikianlah dua aliran pendapat dan fatwa berkenaan Amanh Saham Bumiputra, namun dengan hormat kepada kesemua badan fatwa, secara ringkasnya, saya menyokong pendapat yang mengharamkan di atas asas berikut :-


1) Aqad Pelaburannya Tidak Jelas

Aqad pelaburannya tidak jelas dan tidak jelas samda menuruti ‘Qirad' atau ‘Mudarabah' atau Musharakah. Jika ia menggunakan mudarabah sebagai yang didakwa oleh Majlis Fatwa Perak pelaburan ini disyaratkan menentukan kadar nisbah pembahagian keuntungan seperti 80 : 20 dan sebagainya di awal pelaburan. Namun hal ini tiada dinyatakan langsung di dalam pelaburan ASB.

Perlu disedari bahawa jika sesebuah aqad itu tidak sah dari sudut syara' maka seluruh pelaburan adalah batal tanpa mengira pelaburannya diletakkan di dalam industri halal atau haram.


2) Jaminan modal atau ‘capital' juga menyebabkan aqad pelaburannya bermasalah dari sudut Shariah.

Termaktub bahawa capital (modal) pelaburan ASB adalah di jamin oleh PNB. ini bermakna syarat dalam aqad pelaburan ini telah bercanggah dengan syarat pelaburan Mudarabah dalam Islam yang tidak membenarkan pengusaha ‘Mudarib" (dalam hal ini adalah PNB) menjamin selamatnya modal para pelabur.

Malah menurut mazhab As-Syafie, aqad pelaburan tadi dikira batal. Modal pelaburan sememangnya tidak boleh dijamin oleh pihak yang menguruskan pelaburan juga difatwa kan oleh Kesatuan Ulama Fiqh Sedunia (Majma' Fiqh Islami) atau OIC Islamic Fiqh Academy dalam konvensyen mereka yang kesembilan dimana mereka telah memutuskan bahawa jaminan modal hanya dibenarkan jika ia datang dari pihak ketiga (dalam hal ASB, yang menjamin bukan datang dari pihak ketiga) malah jika ia jaminan dari pihak ketiga sekalipun Majlis Fiqh Dunia bersepakat mensyaratkan ia tidak dimasukkan di dalam kontrak pelaburan. Malangnya, klausa ini dimasukkan di dalam aqad pelaburan ASB yang diwakili oleh borangnya.

Keistimewaan jaminan modal ini adalah tidak sah menurut SELURUH ULAMA EMPAT mazhab juga. Ini kerana dalam konsep Pelaburan Islam yang dikenali sebagai Mudarabah dan Musyarakah, tiada sebarang jaminan dari pengusaha bahawa modalnya terjamin.

Menurut Mazhab Maliki dan Syafie menganggap kiranya terdapat dalam kontrak mana-mana pelaburan mudarabah yang mana pihak pengurus menjamin bahawa modal tidak akan lupus walau apapun keadaan berlaku (samada akibat kelalaian atau tidak), maka aqad atau kontrak itu terBATAL. (Hashiyah Ad-Dusuqi, 5/284 ; Mughni al-Muhtaj, As-Syarbini, 3/419 ).

Manakala menurut Mazhab Hanafi dan Hanbali, syarat seperti ini terbatal dan kontrak adalah sah (Bada' as-Sanai, al-Kasani, 5/115 ; Al-Insaf, Al-Mardawi, 5/313)

Menurut Shariah, hanya dua jenis jaminan modal di izinkan dalam aqad Mudarabah iaitu:-

a- Jaminan modal dikembalikan jika pihak ‘mudarib' ( pengurus pelaburan) mengkhinati mana-mana isi kontrak, kecuaian yang jelas dalam pengurusan dan yang sepertinya.

b- Jaminan dari pihak ketiga dan bukannya pihak pengurus pelaburan (mudarib)


3) Dana terkumpul dilabur secara bercampur di dalam industri halal dan haram.

Pelaburannya bercampur dengan yang haram lebih daripada 30 peratus. ASB juga TIDAK PERNAH DIBINCANGKAN OLEH Majlis Penasihat Shariah Suruhanjaya Sekuriti DAN OLEH KERANA ITU, ia tidak termasuk di dalam senarai kaunter yang jelas statusnya.

Ia bermasalah dari sudut Shariah kerana menurut statistic tahun 2005, dana ASB telah dilaburkan di beberapa tempat yang haram seperti :-

1- Sebanyak 37.30 % ke sebuah bank konvensional terbesar.

2- Commerce Asset Holdings Berhad (Konvensional) - 1.11 %

3- British American Tobacco berhad 1.07 %

Majlis Shariah Suruhanjaya Sekuriti Malaysia yang bertanggung jawab dalam mengenalpasti dan meletakkan fatwa berwibawa untuk menentukan sesebuah kaunter atau dana pelaburan itu halal disertai oleh umat Islam atau tidak, pernah meletakkan kadar 33 peratus industri haram sebagai had larangan melabur dalam syarikat atau pengurus dan bercampur halal haram.

Saya tidak bermaksud Pelaburan ASB telah dibincang dan ditolak oleh Majlis tersebut, tetapi ianya belum lagi iktiraf oleh Majlis Penasihat Shariah, Suruhanjaya Sekuriti Malaysia yang bertanggung jawab mengesahkan sesuatu pelaburan itu halal atau tidak. Iaitu, ia belum dibincangkan dan tidak pula di ‘table' untuk perbincangan mereka.

Namun, Majlis Penasihat Shariah ini pernah mengeluarkan keputusan garis panduan atau ukur rujuk berkenaan pelaburan dalam syarikat (secara beli sahamnya atau lainnya) yang mana perniagaannya bercampur seperti berikut ( agak panjang dan saya terpaksa menyertakan yang berkaitan sahaja):

" The SAC (Shariah Advisory Council) at its second meeting on 21st August 1996, discussed the status of companies running a mix of permissible and prohibited activities. The SAC resolved that such companies with some prohibited elements which do not exceed the benchmark determined by SAC. ..............

..... iii. The core activiies of the company have importance and maslahah ( benefit in general) to the Muslim ummah and the country, and the haram element is very small and involves matters such as 'umum balwa ( common plight ), 'urf and the right of the non-muslim community which are accepted by Islam..

Based on the Prophet SAW word 1/3 or 33.33 % "is enough" and can be used as a guideline for the basis of formulating a benchmark. The question is whether this benchmark is suitable to be used for mixed companies, because it relates to the bequest of property and giving of alms. Even so, it cannot be denied that it can be used as a benchmark to set the upper limit of a mixture because an amount exceeding the percentage will be considered excessive"

Justeru, jika kita melihat jumlah peratusan pel;aburan ASB di bank konvensional iaitu 37 peratus, ia telah melebihi ‘benchmark' 1/3 yang ditetapkan badan berwibawa ini.

Hakikatnya, masih banyak lagi kaunter atau syarikat yang halal untuk dilabur oleh dana ASB walaupun mungkin tidak mampu memberikan keuntungan setinggi bank konvensional ini, yang terpenting biar halal walaupun sedikit, daripada banyak tapi haram

Ada sesetengah pihak berkata ianya dibenarkan di atas dasar maslahat kerajaan untuk beri kekuataan ekonomi dan sebahagian kekayaan negara kepada bumiputra secara mudah.

Namun bagi saya ia ternyata hujjah yang longgar. Ini kerana maslahat yang dicanagkan adalah merupakan kepentingan yang boleh diperolehi dengan cara halal. Masih banyak tempat yang halal untuk dilaburkan.

Imam Abu Ishak As-Syatibi (790 H), pakar ilmu maqasid Islam silam meletakkan panduan dan syarat berikut jika ingin mendakwa sesuatu itu sebagai maslahat:-


1- Mestilah tidak hanya memandang maslahat duniawi sahaja, bahkan mesti meneliti maslahat ukhrawi juga.
2- Maslahat hanya diterima pakai dalam hal kebaikan untuk Deenul Islam.
3- Maslahat untuk menjaga hak ramai didahulukan dari menjaga hak sekelompok.
4- Maslahat mestilah bersandarkan dalil-dalil yang jelas.

Justeru amat jelas tiada maslahah dalam menggunakan suatu kontrak dan kaunter pelaburan yang haram, sedangkan ianya boleh menggunakan kontrak Islam Mudarabah, dan boleh memilih kanter halal sahaja, seperti yang di lakukan oleh Public Ittikal, Unit Trust Islam, pelaburan GIPPS oleh RHB Asset Management dan banyak lagi. Ia juga memberi pulangan yang boleh tahan, dan yang lebih penting ianya HALAL.

Ini bukanlah fatwa tetapi hanya pendapat peribadi atas kajian peribadi, bagi sesiapa yang menyakini fatwa yang mengharuskan, ia terpulang kepada anda, dan bagi sesiapa yang menyakini fatwa Selangor dan tulisan ini, anda juga bebas.

PINJAM DUIT DARI BANK UNTUK SERTAI ASB

Walaupun isu di atas masih diperdebatkan oleh mereka yang berkenaan, namun jika anda meminjam dari Bank Konvensional untuk tujuan menyertai pelaburan ASB, ia telah disepakati haram oleh Majlis Fatwa Kebangsaan dan semua mufti-mufti Malaysia. Ini kerana pinjaman wang dari bank konvensional tersebut adalah riba. Tatkala itu, isu ASB tidak perlu diambil kira lagi kerana asal cara dapat duit untuk melabur itu pun sudah haram.

Sekian, Wassalam

salam dari sahabat se'wad'

Salam. Apa khabar kita hari tok? Semoga sihat walafiat kehendaknya di
samping keluarga tersayang.
................
...............
..............
Harapan kamek hubungan kita akan terus direstui oleh NYA dan berkekalan.

Salam. Siti Norhiza.

p/s.....SENGAJA SAYA MELETAKKAN SEBAHAGIAN ISI EMAIL DARI SAHABAT SAYA INI. KERANA DOANYA SAHAJA SUDAH CUKUP MEMBUAT SAYA GEMBIRA DAN SEBAK DADA KERANA MASIH ADA LAGI SESAMA INSAN YANG SUDI MENGHULURKAN TALI UKHUWAH.

Armiza Nila -"Berkawan biar seribu, bersahabat biar bersatu"

Friday, January 18, 2008

Nuradila Maisara



Nuradila Maisara [anak kepada seorang sahabat - Siti Norhiza binti Mohammad Yusri]

emmmm....comelnya anak-anak kita :-)

"anak-anak sejak kecil umpama syurga di dunia -nikmat saat memeluk dan menciumnya - emmmm...manis dan lembutnya wajah mereka"

bacalah



...3 jam dari 24 jam...

Kontemplasi 5 minit sehari...



mampu kah?!

Thursday, January 17, 2008

Ketemu sahabat lama

Alhamdulillah.

Hari ini, saya berasa terharu kerana bertemu sahabat lama yang saya kenali sejak 8 bulan yang lalu [belum lama tu].

Sahabat ini saya jumpa semasa sama-sama melahirkan bayi di wad kelas dua Hospital Umum Sarawak bulan May 2007.

Siti Norhiza, sungguh manis orangnya dan saya gembira menjadi salah seorang sahabatnya meskipun kami bekerja di jabatan yang lain. Pun sekadar berhubung via sms dan email, saya amat menghargai ukhuwah ini.

Allah Maha Berkehendak! Subhanallah. Siapa sangka Norhiza terlebih dahulu menegur saya semasa membuat pembayaran kemasukan adiknya di Kolej tempat saya bertugas.

Harapan saya, semoga Allah memberikan saya seberapa banyak sahabat yang boleh membimbing saya sama-sama ke jalan kebenaran dan keredhaan-Nya.

Hm, begitu comel puterinya yang sama-sama lahir dulu yang bernama Nuradila Maisara. Saya akan mohon izin beliau terlebih dahulu untuk mempostingkan foto anaknya di sini nanti.

Tuesday, January 15, 2008

Sudah tonton anjung budi tv1

alhamdulillah.

saya sempat menonton anjung budi Sarawak tadi walaupun hanya sekejap-sekejap.

kerana gurauan kawan2, saya tidak sempat merakam kenangan itu.

tapi, saya hairan kenapa rakan2 lain seperti Yusuf, Vern De Ark dan Dahiri tidak disiarkan.

mungkinkah, rakaman ini bersambung-sambung kerana saya rasa masih banyak lagi peserta yang terlibat dalam rakaman ini. harap bersabar kepada yang belum tersiar.

akhir kalam, terima kasih TV1 kerana akhirnya menyiarkan rakaman itu.